Samarinda, VivaNusantara — Dalam laporan keuangan tahun anggaran 2024, Pemprov Kaltim mencatat sisa anggaran belum sebesar Rp3,5 miliar. Anggaran tersebut berasal program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT), berdasarkan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim.
Dana tersebut akan dimasukkan ke dalam Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan direncanakan digunakan kembali tahun depan. Meski telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya dari BPK, temuin ini perlu menjadi catatan serius bagi Pemprov Kaltim.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menjelaskan bahwa sisa dana BKT menjadi salah satu dari 27 temuan dan 63 rekomendasi yang dicatat oleh BPK. “Dana ini tidak hilang, hanya belum sempat disalurkan. Karena pelaksanaan sudah lewat, maka akan kami SILPA-kan dulu dan direncanakan penggunaannya tahun depan,” ujar Seno di Gedung DPRD Kaltim, Jumat (23/5/2025).
BKT merupakan program bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu asal Kaltim, namun kini dihentikan seiring bergantinya kepemimpinan.
Di bawah Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, fokus bergeser ke program Gratispol dan Jospol dengan anggaran Rp750 miliar yang akan dimulai tahun ajaran 2025.
Pemprov Kaltim berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK dan memperbaiki tata kelola penyaluran anggaran pendidikan agar lebih tertib dan tepat sasaran di masa mendatang.
Penulis: Intan
Editor: Lisa