Home DaerahKota SamarindaJadi Sekolah Rakyat Rintisan, Pengerjaan Fisik SMAN 16 Samarinda Baru Dimulai Besok

Jadi Sekolah Rakyat Rintisan, Pengerjaan Fisik SMAN 16 Samarinda Baru Dimulai Besok

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pembangunan Sekolah Rakyat tahap satu di Kalimantan Timur (Kaltim) berjalan secara bertahap. Saat ini Pemprov Kaltim membaginya menjadi tiga sub-tahapan dalam pembangunan.

Tahap 1A ditargetkan selesai pada pertengahan Juli terdiri dari 63 sekolah, progresnya sudah mencapai 98 persen. Lalu Tahap 1B terdiri dari 37 sekolah dan akan rampung di akhir bulan. Sedangkan tahap 1C yang dipersiapkan 40 sekolah juga ditargetkan akan rampung akhir bulan ini.

SMA Negeri 16 Samarinda menjadi salah satu sekolah yang dipersiapkan untuk segera beroperasi. Namun, izin dari Kementerian Pendidikan masih dalam proses, sementara pendataan dan perekrutan siswa berjalan lambat.

Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan ground check, identifikasi siswa, dan verifikasi kesiapan orang tua terus dilakukan bersama pendamping PKH. Hanya saja, tantangan terbesar datang dari jenjang SD, di mana hampir tidak ditemukan calon siswa yang memenuhi syarat.

“Untuk SD memang sangat sulit. Hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama, sehingga hanya tiga lokasi dari 100 titik yang mengusulkan SD,” jelas Andi, di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Rabu (9/7/2025) malam.

SMP dan SMA lebih menjanjikan, kuota SMP di BPVP sudah terpenuhi, sementara jenjang SMA di SMA 16 masih dalam tahap perekrutan. “Kami diperintahkan untuk maksimalkan upaya. Bahkan kami siap melibatkan LKS atau panti asuhan agar target terpenuhi,” imbuhnya.

Di Kaltim, pengerjaan fisik di SMA 16 dimulai Jumat (11/7) besok, meskipun ada kekhawatiran tertunda karena kesiapan masih sangat awal.

“Untuk sarana-prasarana seperti lapangan dan akses jalan, pemerintah daerah telah diinstruksikan agar segera menyiapkannya. Sekolah rakyat tidak boleh bercampur aktivitas sekolah reguler,” tegas Andi.

Dalam hal ini, kewenangan perizinan tetap di pemerintah pusat, terutama Kementerian Pendidikan. Daerah hanya menyediakan lahan atau fasilitas rintisan, serta membantu proses izin. “Daerah hanya menyediakan lahan yang dihibahkan. Tanah tidak dibawa ke Jakarta,” beber Andi.

Program ini juga mengedepankan prinsip kesehatan. Semua peserta tahap 1C wajib melalui tes skrining kesehatan. Jika ditemukan penyakit menular, peserta tidak sepenuhnya dibatalkan, melainkan diwajibkan sembuh dulu baru diizinkan masuk.

Dengan waktu dan kesiapan minim, Sekolah Rakyat tahap 1C di Kaltim nyaris menyamai semangat “berlomba dengan ketidaksiapan.” Namun, Andi tetap optimistis bahwa meski tantangan besar, pemerintah daerah dan pusat telah menciptakan pondasi pendukung yang kuat untuk memastikan pendidikan sosial ini berjalan sesuai target.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like