Home DaerahKota SamarindaJelang Nataru, Alat Keselamatan Dianggap Tak Layak

Jelang Nataru, Alat Keselamatan Dianggap Tak Layak

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan keselamatan transportasi sungai. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda melakukan rampcheck terhadap kapal penumpang untuk memastikan kesiapan armada sekaligus meminimalkan potensi risiko kecelakaan di jalur perairan.

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa pemeriksaan difokuskan pada aspek keselamatan dasar kapal, mulai dari kelengkapan alat keselamatan, kapasitas penumpang, hingga kondisi tempat duduk dan ruang istirahat penumpang.

Dalam rampcheck tersebut, Dishub memeriksa dua kapal yang melayani rute Samarinda–Melak dan Samarinda–Long Bagun. Pada kapal Putra Mahakam Indah, petugas menemukan sejumlah catatan terkait alat keselamatan, di antaranya kondisi life jacket yang sudah robek serta satu ring buoy yang mengalami kerusakan pada bagian fisiknya.

“Untuk kapal Putra Mahakam Indah, kami temukan life jacket dalam kondisi robek dan satu ring buoy yang sudah pecah. Ini menjadi catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar Manalu, sapaan akrabnya, Selasa (16/12/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara umum aspek keselamatan lainnya masih berada dalam kondisi memadai. Kapasitas penumpang serta ketersediaan tempat duduk dinilai sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen keselamatan kapal.

Sementara itu, pada kapal Akbar Amanda, Dishub menemukan kondisi yang berbeda. Secara kualitas, life jacket dan ring buoy yang dimiliki kapal tersebut masih layak. Namun, awak kapal diketahui masih menyimpan sejumlah life jacket lama dalam karung goni, meski alat keselamatan tersebut sudah tidak memenuhi standar kelayakan.

“Secara kualitas, alat keselamatan yang digunakan sudah memenuhi syarat. Tapi kami masih menemukan life jacket lama yang disimpan, padahal sudah tidak layak. Ini menjadi bagian dari evaluasi kami,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa rampcheck bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin, melainkan juga sarana edukasi bagi pemilik kapal dan nakhoda. Dishub terus memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama dalam angkutan penumpang.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya operator kapal, tetapi juga penumpang. Masyarakat diminta lebih proaktif dalam memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan.

“Kami selalu menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Penumpang juga berhak memastikan keselamatannya sendiri. Jika di tempat duduk atau tempat tidur tidak tersedia life jacket, penumpang berhak meminta kepada awak kapal atau nakhoda,” tegasnya.

Terkait sanksi, Hotmarulitua menjelaskan bahwa kapal-kapal yang diperiksa masih memiliki stok alat keselamatan sesuai standar yang tercantum dalam surat keselamatan kapal. Dishub berperan sebagai bagian dari pemerintah daerah yang melakukan fungsi pengawasan dan pembinaan.

Adapun kewenangan terkait perizinan teknis dan penentuan kelayakan operasional kapal berada di bawah otoritas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Berdasarkan hasil administrasi dan pemeriksaan konstruksi, kapal-kapal tersebut dinilai memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.

Dishub Samarinda memastikan pengawasan akan terus diperketat selama periode Nataru sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang dan upaya menjaga keselamatan transportasi sungai di wilayah Kota Samarinda.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like