Home DaerahKota SamarindaKemah Budaya HPN di Desa Kenekes, PWI Angkat Kearifan Lokal Baduy dan Peran Perempuan

Kemah Budaya HPN di Desa Kenekes, PWI Angkat Kearifan Lokal Baduy dan Peran Perempuan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Kemah Budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 akan digelar di Desa Kenekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 16–17 Januari 2026. Lokasi ini dipilih karena kekayaan kearifan lokal masyarakat adat Baduy yang hingga kini tetap terjaga.

PWI menilai Desa Kenekes bukan sekadar lokasi kegiatan, melainkan ruang belajar budaya hidup, tempat nilai kesederhanaan, kejujuran, harmoni dengan alam, dan kepatuhan pada adat (pikukuh) dijalankan secara konsisten oleh masyarakat Baduy.

Sedikitnya 41 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Kemah Budaya ini. “Sejak awal, PWI memprioritaskan wartawan dan sastrawan perempuan, sebagaimana tercantum dalam flayer resmi, dengan komposisi peserta yang imbang antara wartawan dan sastrawan, serta mayoritas berasal dari kalangan perempuan,” jelas Kunni Masrohanti, penanggungjawab Kemah Budaya PWI Pusat.

Kunni menegaskan, baik wartawan maupun sastrawan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan ini. Tidak terdapat seleksi maupun sistem kurasi, sepanjang peserta memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam flayer, yakni wartawan dibuktikan dengan kartu pers dan sastrawan melalui karya sastra.

Rombongan peserta Kemah Budaya dijadwalkan berangkat dari PWI Pusat pada pukul 06.00 WIB. Setibanya di Kabupaten Lebak, para wartawan dan sastrawan akan disambut oleh Bupati Lebak di Pendopo Kabupaten Lebak, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Kenekes untuk mengikuti rangkaian kegiatan budaya bersama komunitas adat.

Melalui Kemah Budaya ini, PWI berharap insan pers dan sastrawan dapat menyerap langsung nilai-nilai kearifan lokal Baduy, sekaligus menjadikannya sumber inspirasi dalam karya jurnalistik dan sastra yang lebih berakar pada budaya, kemanusiaan, dan kelestarian alam.

Penulis : Tri Wahyuni
Editor : Tri Wahyuni

You may also like