Home DaerahKota SamarindaKenali Jadwal SPMB, Ketua MKKS Samarinda Ajak Orang Tua dan Siswa Bijak Memilih Jalur Pendidikan

Kenali Jadwal SPMB, Ketua MKKS Samarinda Ajak Orang Tua dan Siswa Bijak Memilih Jalur Pendidikan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Kota Samarinda tahun ajaran 2025/2026 kini telah beredar secara resmi kepada masyarakat . Perubahan sistem dari yang sebelumnya, membuat sistem penerimaan di tahun ini terasa sedikit berbeda.

Sehingga perlu dilakukan beberapa persiapan yang dinilai lebih matang dari tahun-tahun sebelumnya. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Samarinda, Abdul Rozak, menegaskan bahwa daya tampung dan ketimpangan pilihan antara SMA dan SMK
menjadi tantangan klasik yang terus terjadi setiap tahun. Namun hal ini telah diantisipasi dengan langkah-langkah strategis.

“Sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan kunci. Pemerintah provinsi, MKKS, hingga satuan pendidikan sudah bergerak bersama. Kalau masyarakat paham jalur dan mekanismenya, pertanyaan-pertanyaan di lapangan akan jauh berkurang,” ujar Rozak saat dihubungi melalui telepon, Jumat (6/6/2025).

Berdasarkan jadwal resmi MKKS Kota Samarinda, pelaksanaan SPMB dimulai sejak April dengan penyusunan juknis, permohonan nilai rapor, hingga koordinasi teknis dengan PT Telkom untuk memastikan kesiapan aplikasi pendaftaran daring.

Validasi dan uji kompetensi jalur prestasi akan berlangsung pada 10–12 Juni 2025, disusul pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili prioritas pada 16–19 Juni. Sementara pendaftaran jalur domisili umum akan berlangsung 23–26 Juni, dengan pengumuman hasil pada 30 Juni 2025.

Rozak kembali menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terkait “sekolah favorit”, yang selama ini menumpuk minat hanya pada SMA negeri tertentu. Ia mendorong agar masyarakat juga mulai melirik sekolah swasta maupun SMK yang memiliki kualitas dan fasilitas tak kalah baik.

“Kalau sudah diterima di SMK, ya dijalani. Jangan berpikir SMA lebih unggul. Ini soal penyesuaian minat dan masa depan. Sekolah swasta juga tidak kalah hebat, dan mereka punya daya tampung,” imbuhnya.

Untuk mempermudah masyarakat, sekolah-sekolah telah menyiapkan posko bantuan SPMB, terutama untuk membantu proses unggah berkas dan konsultasi teknis pengisian aplikasi. “Silakan datang ke sekolah, bertanya dengan baik, semua pasti dibantu,” kata Rozak.

Adapun berkas unggahan yang harus disiapkan calon murid berbeda untuk tiap jalur:

Jalur Domisili dan Domisili Prioritas: Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah/SKL, Surat Keterangan Nilai Rapor Semester 1–5, dan Surat Pernyataan Keaslian Berkas.

Jalur Prestasi: Tambahan berupa sertifikat/piagam prestasi, surat peringkat 1–10, dan dokumen verifikasi prestasi.

Jalur Mutasi: SK pembagian tugas (bagi anak GTK), surat penugasan orang tua, dan surat keterangan domisili.

Jalur Afirmasi: Lampiran wajib seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), KIP, PKH, serta keterangan penyandang disabilitas (jika ada).

Verifikasi dan validasi akan dilakukan di tujuh sekolah negeri yang telah ditunjuk sebagai lokasi utama, yakni SMAN 1, 4, 7, 11, 13, 14, dan 16 Samarinda.

Menurut juknis, kuota jalur SMA dibagi ke dalam: domisili (35%), afirmasi (30%), prestasi (30%), dan mutasi (5%). Dengan sistem real-time berbasis daring dan validasi ketat, panitia berharap proses ini berjalan transparan dan akuntabel.

SPMB akan ditutup dengan tahap daftar ulang pada 1–3 Juli, dan tahun ajaran baru dimulai 14 Juli 2025 bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Harapan kami, semua berjalan lancar, masyarakat bijak memilih, dan pendidikan berkualitas dapat diakses secara adil,” pungkas Rozak.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like