Samarinda, VivaNusantara – Sejumlah ritel modern Samarinda mengalami kekosongan beras premium sejak awal Agustus. Tak heran belakangan ini muncul keluhan konsumen yang kesulitan menemukan merek favorit mereka.
Namun, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. “Yang berkurang hanya beras premium di pasar modern. Stok medium di Bulog cukup banyak, jadi masyarakat jangan panik,” ujar Rudy, di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Selasa (19/8/2025).
Ia juga meminta distribusi beras tidak menumpuk di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.
“Daerah lain juga harus mendapat jatah. Pemerataan penting agar tidak ada yang merasa kekurangan,” tegasnya.
Keterbatasan pasokan premium dibenarkan Felix, distributor beras Samarinda. Ia menyebut pengiriman dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan turun drastis.
“Biasanya 400 ton, bulan ini hanya sekitar 100 ton. Baru 25 persen dari kebutuhan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Samarinda Adi Yanuar memastikan stok beras medium tetap aman. Hingga pertengahan Agustus, Bulog telah menyalurkan 1.200 ton beras medium melalui pasar tradisional dan operasi pasar murah.
“Kami juga dorong ritel modern untuk mengisi rak mereka dengan beras medium. Kualitasnya baik, dan harganya lebih terjangkau,” ujarnya.
Adi menegaskan distribusi dipantau bersama TNI-Polri dan pemerintah daerah agar masyarakat tidak hanya terpaku pada premium. “Dengan penyaluran merata, kebutuhan seluruh wilayah bisa terpenuhi tanpa gejolak harga,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa