Samarinda, VivaNusantara – Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur 2025 resmi berakhir dengan hasil yang membanggakan. Kota Bontang keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan total 19 medali, terdiri dari 10 emas, 7 perak, dan 2 perunggu.
Posisi kedua ditempati Kota Samarinda dengan perolehan 27 medali, terdiri atas 9 emas, 5 perak, dan 13 perunggu. Sementara di peringkat ketiga ada Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengoleksi 7 medali (1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu).
Berikutnya, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membawa pulang 6 medali (3 perak dan 3 perunggu), disusul Kutai Timur dengan 5 medali (1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu), serta Berau yang juga meraih 5 medali (1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu).

Perolehan Akhir Porwada Kaltim.
Kota Balikpapan menambah daftar perolehan dengan 2 medali (1 perak dan 1 perunggu), Kutai Barat mendapatkan 2 perunggu, sementara Kabupaten Paser menutup klasemen dengan 1 perunggu.
Secara keseluruhan, Porwada Kaltim tahun ini mempertandingkan sembilan cabang olahraga dengan total 167 medali yang diperebutkan. Namun, di balik semarak kompetisi, tersimpan makna mendalam tentang semangat solidaritas dan profesionalisme di kalangan insan pers.
Sekretaris Kota Bontang, Aji Erlynawati, menegaskan bahwa Porwada bukan sekadar ajang olahraga, melainkan wadah membangun nilai kebersamaan dan integritas di antara para jurnalis.
“Wartawan sehat adalah cerminan integritas moral, dan pers yang kuat adalah refleksi dari kemandirian. Porwada ini bukan hanya arena kompetisi, tapi juga ruang memperkuat nilai-nilai kesehatan, sportivitas, dan persaudaraan,” ujarnya, di Pendopo Wali Kota Bontang, Minggu (19/10/2025).
Ia menambahkan, kemajuan Kalimantan Timur tidak mungkin dicapai tanpa kerja kolektif antarunsur pembangunan, termasuk insan pers yang berperan strategis sebagai perekat komunikasi dan pengawal transparansi.
“Saya mengajak seluruh rekan wartawan untuk terus menjaga semangat sportivitas, baik di arena olahraga maupun di ruang publik informasi. Semoga Porwada kali ini menjadi momentum yang berkesan dan menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan pers,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, menyoroti pentingnya evaluasi dalam pelaksanaan Porwada agar event ini semakin berkualitas di masa mendatang. Ia menilai beberapa aspek teknis perlu diperbaiki, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan dan regulasi keikutsertaan atlet.
“Saya melihat banyak atlet yang kelelahan sampai membutuhkan oksigen, sementara ambulans masih terbatas. Ke depan, ini harus kita benahi. Kami juga akan meninjau kembali batasan usia dan domisili atlet agar kompetisi lebih fair,” jelas Abdurrahman.
Ia juga menegaskan bahwa Porwada merupakan wadah kebersamaan seluruh insan pers, tanpa sekat organisasi. PWI, katanya, adalah “rumah besar” bagi seluruh wartawan, dan semangat kebersamaan itu harus dijaga.
“Syarat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) memang tidak bisa ditawar, tapi teman-teman dari organisasi lain tetap kita beri ruang untuk berpartisipasi. Harapan saya, faksi-faksi di daerah bisa disatukan lewat semangat yang sama,” katanya.
Lebih jauh, Abdurrahman menekankan bahwa olahraga bagi wartawan bukan hanya rutinitas lomba tahunan, melainkan gaya hidup sehat yang perlu dijaga.
“Porwada bukan sekadar ajang kumpul. Ini bagian dari upaya membangun wartawan yang tangguh, sehat, dan profesional. Olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup insan pers,” pungkasnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa