Bontang, VivaNusantara — Kilatan kamera menjadi saksi lahirnya prestasi gemilang dari jurnalis muda asal Samarinda, Putri Tsabitah An Nabil, yang berhasil meraih medali emas cabang fotografi di ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Bontang 2025.
Melalui karya berjudul “Edukasi”, Putri mengantongi 912 poin, menempatkannya di posisi tertinggi mengungguli para peserta lain dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Karyanya dinilai kuat secara konsep, komposisi, dan pesan sosial yang menggugah, menggambarkan pentingnya pendidikan bagi generasi muda dalam suasana humanis.

Sekretaris PWI Kalimantan Timur, Achmad Shahab mengalungkan medali emas kepata Putri Tsabitah An Nabil, peraih juara I lomba fotografi Porwada Bontanh 2025, di pendopo Wali Kota Bontang, Minggu (19/10/2025). (Foto: Istimewa)
Penilaian cabang fotografi dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Robithoh Johan (fotografer senior), Felanans GM (jurnalis), dan perwakilan dari PKT Bontang, Bapak Audeva.
“Foto ‘Edukasi’ punya kekuatan emosional yang tajam sekaligus sederhana. Ini bukan sekadar gambar, tapi cerita tentang masa depan,” ujar Robithoh dalam sesi penjurian.
Selain Putri, perak diraih oleh Salehuddin Muhammad dari Kutai Kartanegara dengan karya berjudul “Ramah Anak” yang mengumpulkan 900 poin. Sedangkan tiga medali perunggu masing-masing diraih oleh Normila Sariwahyuni dari Paser dengan foto “Lantai Bakau”, Ahmad Maki dari Penajam Paser Utara, dan Fujiono dari Kutai Timur.
Sementara, di kategori karya video, tuan rumah Bontang kembali bersinar lewat Nur Sa’adah, yang meraih emas dengan 2.374 poin. Video karyanya dinilai menyentuh dan selaras dengan tema besar Porwada 2025.
Penjurian karya video melibatkan jajaran profesional di bidang media dan industri, yakni Endro Effendi (ahli pers), Benni Budi Prasetyo dan Suriyatman (jurnalis TV senior), serta perwakilan dari PKT Bontang, Bapak Angga.
Perak diraih oleh Miko dari Berau dengan 2.280 poin, sedangkan perunggu masing-masing diraih oleh Erliat Budiarti (Kutai Kartanegara), Jalia (Samarinda), dan Syahruddin (Penajam Paser Utara).
Untuk lomba karya tulis, Zulfikar dari Bontang tampil gemilang dengan artikelnya berjudul “Memetik Buah Konservasi Mangrove: Lingkungan Lestari, Keluarga Berdaya” yang mengantongi 912 poin, sekaligus menyabet medali emas.
Lomba ini dinilai oleh Felanans GM (jurnalis), Ali Kusno (ahli bahasa), dan perwakilan PKT Bontang, Bapak Revo. Artikel Zulfikar dinilai mampu menggabungkan kekuatan data dan kedalaman narasi dengan gaya tutur yang menyentuh.
Perak diraih oleh Salsabila Resa dari Bontang dengan tulisan “Jiwa Suci Nafas Telok Bangko”, sementara lima medali perunggu disabet oleh Rita Amelia (Berau), Bayu Roles (Samarinda), Nelly Agustina (Kutai Timur), Erwin (Kutai Timur), dan Muhammad Rafi’i (Kutai Kartanegara).
Prestasi para jurnalis dalam Porwada Bontang 2025 ini membuktikan bahwa dunia pers tidak hanya tajam dalam menulis berita, tetapi juga kreatif dalam menyampaikan pesan melalui visual dan video.
“Porwada bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang ekspresi dan pembuktian bahwa jurnalis mampu menginspirasi lewat karya,” ujar salah satu dewan juri, Endro Effendi.
Penulis : TW
Editor : TW