Samarinda, VivaNusantara – Musibah banjir baru saja berlalu merendam kawasan Perumahan H Saleh Kilometer 1, Kelurahan Saimpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir. Setidaknya dalam sepekan sejak Senin (12/5/2025) kawasan ini menjadi titik terparah yang terdampak banjir.
Kini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda akhirnya bergerak melakukan penanganan limbah sisa banjir. Dalam waktu tiga hari, tim DLH berhasil menuntaskan pengangkutan sampah yang mencapai volume total 191,4 ton, setara dengan 56 ritasi truk.
Pembersihan dimulai sejak Kamis-Sabtu Mei 2025. Pada hari pertama, 11 ritasi sampah diangkut, disusul 27 ritasi pada hari kedua, dan 18 ritasi di hari ketiga.
Armada pengangkut serta puluhan petugas lapangan dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi lingkungan, dibantu satu unit alat berat dari Kecamatan Loa Janan Ilir dan Kelurahan Saimpang Tiga.
Warga sekitar turut serta dalam proses pembersihan yang berlangsung intensif dari pagi hingga malam hari.
Kepala DLH Kota Samarinda, Endang Liansyah menegaskan bahwa penanganan pascabanjir tidak boleh ditunda.
“Sampah yang menumpuk bukan hanya persoalan estetika, tapi juga menyimpan potensi ancaman kesehatan. Kolaborasi antara warga dan pemerintah sangat diperlukan agar proses pemulihan berjalan efektif,” ujarnya.
Kabid DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, juga membenarkan capaian penanganan tersebut.
“Selama tiga hari, tim kami all out menyelesaikan 56 ritasi,” ujarnya saat dikonfirmasi VivaNusantara, Minggu (18/5/2025).
Boy juga menambahkan bahwa sebagian besar petugas yang turun tangan bukan berasal dari wilayah kerja mereka.
“Tapi mereka tetap semangat dan saling bahu membahu demi kenyamanan warga,” katanya.
Warga setempat menyambut baik langkah cepat ini. Meski banjir sudah surut, ancaman sisa sampah bisa berujung pada penyakit jika tak ditangani.
Kini, setelah pembersihan tuntas, kawasan Perum H Saleh perlahan kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.
Penulis: Intan
Editor: Lisa