Home DaerahKota SamarindaSekolah di Tengah Cekungan, Banjir Jadi Langganan, SDN 012 Samarinda Tunggu Realisasi Pembangunan

Sekolah di Tengah Cekungan, Banjir Jadi Langganan, SDN 012 Samarinda Tunggu Realisasi Pembangunan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Persoalan banjir yang berulang di SDN 012 Samarinda, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang kembali menjadi sorotan. Meski kondisi ruang kelas masih layak digunakan, genangan air dan lumpur yang kerap masuk ke lingkungan sekolah saat hujan deras terus mengganggu proses belajar mengajar.

Laode Akhan Hairah, Plt. Kepsek SDN 12 Samarinda, Kel Lok Bahu, Kec. Sungai Kunjang

Plt Kepala SDN 012 Samarinda, Laode Akhan Hairah, mengatakan sekolah saat ini melayani 176 siswa dengan dukungan 10 tenaga pendidik. Namun setiap musim hujan, aktivitas pembelajaran sering terdampak akibat banjir.

“Kalau ruang kelas masih layak dipakai. Masalah utama kami adalah banjir. Pernah sampai tiga hari anak-anak tidak bisa sekolah karena genangan air dan lumpur,” ujarnya saat menerima kunjungan Pemkot Samarinda, Kamis (4/6/2026).

Menurut Laode, solusi jangka panjang yang diharapkan adalah pembangunan ulang atau renovasi sekolah dengan menaikkan elevasi bangunan sekitar 1 hingga 1,5 meter.

“Kami berharap posisi lantai sekolah bisa ditinggikan agar lebih aman dari banjir untuk jangka panjang,” katanya.

Plt.Kadisdikbud Kota Samarinda, Ibnu Araby.

Sementara itu, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, menjelaskan secara topografi lokasi sekolah memang berada di kawasan cekungan sehingga menjadi titik kumpul aliran air dari daerah yang lebih tinggi.

Selain berada di kawasan rawa, volume limpasan air yang datang dari wilayah perbukitan di sekitar sekolah juga cukup besar. Kondisi tersebut menyebabkan genangan sulit dihindari saat hujan dengan intensitas tinggi.

Menurut Darmadi, penanganan jangka pendek yang dapat dilakukan adalah normalisasi saluran, pembersihan sedimentasi lumpur, serta pemeliharaan drainase secara rutin. Kalaupun direnovasi lebih cocok dibangun dalam bentuk panggung.

Siswa SDN 012 Samarinda mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sekolah yang memiliki 176 siswa ini masih menghadapi persoalan banjir saat hujan deras yang kerap mengganggu aktivitas pembelajaran. Foto: VivaNusantara.

“Drainase dapat membantu mengurangi genangan, tetapi volume air yang masuk ke kawasan sekolah sangat besar sehingga diperlukan solusi yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Ibnu Araby memastikan perencanaan pembangunan SDN 012 sebenarnya telah disiapkan sejak 2025. “Dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) telah selesai disusun oleh konsultan,” terang Ibnu.

Lebih jauh Kasi Bidang Sarana Prasarana Sekolah Dasar Disdikbud Kota Samarinda, Amelia menjelaskan proyek tersebut belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah.

“Perencanaannya sudah siap. DED juga sudah ada. Tinggal menunggu ketersediaan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan,” katanya.

Di tengah kebutuhan penanganan banjir yang mendesak, muncul pula usulan dari BPKAD, agar mengkaji pembangunan sekolah baru pada aset daerah yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah asal.

“Opsi tersebut dinilai layak dipertimbangkan apabila tersedia lahan yang lebih luas dan memiliki risiko banjir lebih rendah dibanding lokasi saat ini,” terang Dani, Kasi Bidang Aset Pemkot Samarinda.

Hingga kini, pihak sekolah berharap pembangunan yang telah lama direncanakan dapat segera direalisasikan agar proses belajar mengajar tidak lagi terganggu oleh banjir yang hampir setiap tahun terjadi. Turut dalam kunjungan lapangan Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP), Camat Sungai Kunjang, Lurah Lok Bahu dan Babinkamtibmas.(*)

Editor : TW

You may also like