Samarinda, VivaNusantara – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda hingga saat ini masih didominasi oleh sektor pajak. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, Cahya Ernawan, menyebut kontribusi terbesar datang dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang realisasinya bahkan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Untuk PBB, alhamdulillah capaian kita sudah di atas 100 persen. Ini tentu tidak lepas dari kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya,” ujar Cahya, di Kantor DPRD Samarinda, Senin (15/12/2025).
Meski demikian, tidak semua komponen pajak menunjukkan capaian serupa. Cahya mengungkapkan masih terdapat beberapa pos yang belum mencapai target, salah satunya pajak kendaraan bermotor. Namun, ia menegaskan bahwa pajak tersebut merupakan kewenangan provinsi, sementara Kota Samarinda hanya menerima bagian opsen.
“Pajak kendaraan bermotor itu sebenarnya pajak provinsi, kita di kota hanya menerima opsennya. Dan untuk opsen ini memang masih belum mencapai target,” jelasnya.
Dalam pembahasan bersama DPRD, Cahya menyampaikan sejumlah catatan penting yang disampaikan dewan. Salah satu penekanan utama adalah agar kebijakan fiskal daerah tidak memberatkan masyarakat maupun dunia usaha.
“Dewan mengingatkan agar setiap kebijakan tetap berprinsip keadilan. Berkeadilan bukan berarti sama rata, tetapi ada penyesuaian berdasarkan kelompok atau klaster masyarakat,” ungkapnya.
Masukan tersebut, lanjut Cahya, akan menjadi bahan evaluasi bagi Bapenda dan pemerintah daerah. Penyesuaian kebijakan dinilai penting agar upaya peningkatan PAD tetap berjalan, tanpa mengorbankan daya beli masyarakat dan iklim usaha.
Selain sektor pajak, DPRD juga menyoroti isu kesehatan, khususnya terkait beban pembiayaan BPJS yang saat ini sebagian besar telah ditanggung oleh skema jaminan kesehatan. Catatan ini memperkuat dorongan agar kebijakan pendapatan daerah tetap selaras dengan perlindungan sosial masyarakat.
“Intinya, masukan yang kami terima menekankan keseimbangan. PAD harus terus didorong, tapi tidak dengan cara yang menekan masyarakat dan pelaku usaha,” pungkas Cahya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa