Home DaerahKota SamarindaStunting Masih Mengganjal, Haruan Oil Plus Disebut Terobosan

Stunting Masih Mengganjal, Haruan Oil Plus Disebut Terobosan

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Samarinda kini menyiapkan suplemen Haruan Oil Plus sebagai alternatif penanganan stunting berbasis potensi lokal. Suplemen dari ikan haruan atau gabus itu dikembangkan setelah riset dua hingga tiga tahun untuk melihat sejauh mana bahan lokal bisa dimaksimalkan.

Langkah ini muncul karena masalah stunting di Kaltim belum benar-benar teratasi. Pada 2022, prevalensinya tercatat 23,9 persen. Setahun kemudian turun ke 22,9 persen, dan pada 2024 kembali turun tipis menjadi 22,2 persen.

Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, mengatakan stunting tetap menjadi persoalan serius di Kaltim. Penelitian menunjukkan minyak ikan haruan memiliki kandungan paling unggul dibanding ikan air tawar lainnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Stunting masih menjadi isu besar di Kaltim. Dari riset kami, minyak ikan haruan terbukti paling efektif untuk menunjang penanganan stunting,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Saat ini BRIDA sedang menyempurnakan formulasi minyak haruan dengan sejumlah bahan pendukung untuk menghasilkan kapsul suplemen siap konsumsi. Inovasi tersebut sebelumnya meraih Juara 2 pada ajang inovasi penanganan stunting tingkat nasional, yang memperkuat keyakinan bahwa Haruan Oil Plus memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Produk ini kini memasuki tahap penting menuju komersialisasi. BRIDA tengah mengurus izin edar dari BPOM. Karena Kaltim belum memiliki fasilitas produksi obat, proses manufaktur sementara dilakukan di Magelang hingga infrastruktur lokal memungkinkan produksi dilakukan di daerah.

“Kalau izin edar sudah keluar, Haruan Oil Plus bisa segera dipasarkan. Proses paten juga berjalan, biasanya satu sampai dua tahun. Hak cipta sudah selesai, dan publikasi ilmiahnya juga sudah terbit di jurnal internasional,” jelas Fitriansyah.

Uji coba awal pada hewan menunjukkan hasil positif. Beberapa orang juga telah mencoba produk tersebut secara terbatas, dengan respons berupa meningkatnya rasa lapar. Menurut Fitriansyah, efek tersebut wajar, mengingat suplemen berbasis bahan alami umumnya memiliki karakteristik serupa.

“Cepat lapar itu mirip efek dari suplemen herbal. Bahannya murni dari ikan haruan, yang memang menjadi potensi unggulan daerah,” ujarnya.

BRIDA berharap Haruan Oil Plus tidak hanya menjadi produk inovatif, tetapi juga langkah nyata dalam menurunkan angka stunting di Kaltim. Produk ini diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak–anak di daerah.

Penulis: Ain
Editor: Lisa

You may also like