Samarinda, VivaNusantara – Malam yang seharusnya lengang di kawasan Samarinda Seberang berubah menjadi sunyi yang mencekam dan menggemparkan warga sekitar. Di balik pintu sebuah kamar kos di Jalan Cipto Mangunkusumo, seorang pria berusia 20 tahun ditemukan tak lagi bernyawa.
Temuan itu menggegerkan penghuni sekitar dan segera mengundang kehadiran aparat kepolisian untuk mengurai apa yang sebenarnya terjadi. Korban diketahui berinisial NR, berstatus sebagai mahasiswa.
Ia ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Kamis (18/12/2025) malam, setelah rekan korban melaporkan kondisi mencekam dan menggemparkan warga sekitar kepada pihak kepolisian sekitar pukul 19.45 WITA. Peristiwa ini kembali menyoroti isu kesehatan mental di kalangan anak muda, sekaligus memicu penyelidikan kepolisian untuk memastikan tidak adanya unsur pidana di balik kematian tersebut.
Petugas gabungan dari unit Pamapta I Polresta Samarinda dan Polsek Sungai Pinang langsung mendatangi lokasi kejadian. Aparat segera menutup dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) guna mencegah aktivitas keluar-masuk yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Sekitar pukul 20.10 WITA, Tim Inafis Polresta Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan petunjuk yang dapat menjelaskan kronologi serta penyebab kematian korban.
Usai proses awal di lokasi, jenazah NR dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada pukul 21.12 WITA. Di rumah sakit tersebut, korban menjalani visum sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dugaan awal mengarah pada peristiwa gantung diri, meski kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan akhir masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan pendalaman keterangan saksi.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyatakan bahwa setiap laporan warga akan ditangani secara serius, terutama peristiwa yang menyangkut keselamatan jiwa. Ia menegaskan bahwa aparat tidak akan berspekulasi sebelum seluruh proses penyelidikan rampung.
“Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani sesuai prosedur. Dalam kasus seperti ini, kami bekerja hati-hati agar fakta yang diperoleh benar-benar akurat,” ujarnya.
Lebih jauh, Hendri juga mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan sekitar, terutama di kawasan tempat tinggal bersama seperti rumah kos, agar potensi masalah dapat terdeteksi lebih dini.
“Kejadian seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar kita. Jika ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera disampaikan kepada pihak berwenang atau keluarga terdekat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait latar belakang korban serta rangkaian peristiwa sebelum kejadian. Aparat juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi guna memastikan peristiwa tersebut murni kecelakaan atau berkaitan dengan faktor lain.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa