Samarinda, VivaNusantara – Memulai bisnis kuliner di tengah persaingan di Kota Samarinda, tak cukup hanya mengejar viral sesaat. Sebab setiap pengusaha tentu memiliki perhitungan tersendiri untuk mempertahankan konsumennya.
Hal inilah yang dilakukan Khuzaifi, pelaku kuliner yang sudah malang melintang sejak 2015. Pemuda Samarinda ini justru memilih jalan sunyi, dengan memperkenalkan olahan Sambal Ayam Pecok, di sudut Lokalaya. Meski belum banyak orang tahu cara mengejanya, namun tempat makan ini sukses menjadi magnet kuliner baru yang menyita perhatian warga Samarinda.
Bagaimana mana tidak, Sambal Ayam Pecok ini menjadi warung pertama dan satu-satunya di Benua Etam yang menyajikan sambal mecok yang ditumbuk kasar, berkarakter pedas, asam, segar, dan sangat menggoda.
Langkahnya bukan asal coba-coba. Khuzaifi memadukan insting rasa dengan strategi pemasaran yang terstruktur. Ia ikut kelas marketing, menyusun content planner, hingga action plan jauh sebelum warung ini dibuka.
“Orang bisa jual makanan enak. Tapi menjualnya dengan cara yang benar, itu beda cerita. Saya belajar itu semua sebelum launching,” tegasnya, ketika ditemui di Cafe Alaya, Sabtu (7/6/2025).
Hasilnya setelah dibuka, Sambal Ayam Pecok meledak di pasaran. Tak hanya soal rasa, tapi karena ia memulai sesuatu yang tidak bisa ditiru sembarangan.
Dalam sehari, warung ini bisa menjual hingga 300 porsi. Bahkan, ada pelanggan seperti Abid, warga Samarinda, yang mengaku dua kali datang tapi harus pulang dengan tangan kosong karena kehabisan.
“Penasaran, sudah dua kali ke sini selalu kehabisan,” keluh Abid sambil tersenyum.
Sambal pecok racikan Khuzaifi adalah permainan rasa yang tidak biasa. Dibuat dari campuran cabai rawit hijau, cabai merah, dan tomat hijau mengkal, sambal ini menyajikan sensasi pedas yang tidak meledak di awal, tapi terus mengejar di belakang. Ada asam segar yang menyatu dalam setiap tumbukan kasar, menciptakan perpaduan rasa yang bikin nagih.
Berbeda dari sambal pecak Betawi yang cenderung berminyak dan asin, sambal pecok justru mengandalkan kesegaran bahan mentah. Tidak ada trik, tidak ada shortcut. Semua tentang bahan dan cara tumbuk.
“Kunci dari ayam goreng itu sebenarnya di sambalnya. Saya fokus di situ. Sambal bukan pelengkap, sambal adalah inti,” tegas Khuzaifi.
Khuzaifi menekankan, viral bisa diciptakan dengan konten. Tapi loyalitas pelanggan, tidak bisa dibeli. Untuk itu, kualitas produk tetap menjadi fondasi utama usahanya.
Sambal pecok mungkin asing di telinga banyak orang. Tapi di tangan Khuzaifi, sambal ini bukan hanya bumbu, ia adalah pernyataan. Pernyataan bahwa yang pertama, kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh, bisa jadi yang terbaik.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa