Samarinda, VivaNusantara – Menikmati Samarinda tak selalu harus dari jalan raya. Sesekali, kota ini justru terasa lebih tenang ketika dilihat dari aliran Sungai Mahakam. Lewat wisata susur sungai, warga dan wisatawan diajak melihat sisi lain Samarinda, lebih santai, lebih dekat, dan penuh cerita.
Perjalanan dimulai dengan kapal wisata yang perlahan membelah arus Mahakam. Dari atas kapal, mata langsung disuguhi deretan ikon kota. Kemegahan Jembatan Mahkota II berdiri anggun, disusul Jembatan Mahakam yang sudah lama menjadi penanda Samarinda, hingga Jembatan Mahulu yang menghubungkan aktivitas warga di dua sisi kota.
Tak hanya jembatan, sepanjang bantaran sungai juga menyimpan pesona tersendiri. Kampung warna-warni tampil cerah dan fotogenik, Kampung Tenun menghadirkan jejak aktivitas ekonomi tradisional warga, sementara Masjid Shiratal Mustaqiem, masjid tertua di Samarinda, berdiri tenang, seolah menjadi saksi panjang perjalanan kota di tepian sungai.
Saat ini, wisata susur Sungai Mahakam menyediakan tiga kapal wisata dengan rute yang berbeda-beda. Kapal Pesut Mahakam, Pesut Kita, dan Pesut Etam masing-masing menawarkan pengalaman tersendiri, baik dari sisi rute, durasi, maupun sudut pandang menikmati kota.
Bagi sebagian warga, wisata ini menjadi cara sederhana untuk melepas penat sekaligus mengenal kotanya sendiri. Fitri, salah satu warga Samarinda yang mencoba susur sungai Mahakam, mengaku mendapat pengalaman berbeda dibandingkan berjalan-jalan di darat.
“Biasanya lihat Samarinda dari jalan, ternyata dari sungai rasanya beda. Lebih santai, bisa lihat kampung-kampung dan jembatan dari jarak dekat. Jadi terasa kalau Mahakam memang bagian penting dari kota ini,” ujar Fitri, Sabtu (20/12/2025).
Lanjutnya, wisata sungai juga cocok untuk keluarga maupun wisatawan yang ingin menikmati Samarinda tanpa terburu-buru. “Naik kapalnya tenang, bisa foto-foto, dan sekalian belajar sejarah kota. Semoga ke depan rutenya bisa ditambah lagi,” tambahnya.
Wisata susur Sungai Mahakam bukan sekadar jalan-jalan air. Di atas aliran sungai, Samarinda bercerita tentang sejarah, budaya, dan kehidupan warganya, pelan, tapi berkesan.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa