Untuk bisa menjamin adanya pembangunan berkelanjutan dan juga berwawasan lingkungan dengan sangat mengedepankan lingkungan hidup, maka Kementerian LHK memiliki komitmen sangat kuat dalam mengawal seluruh pembangunan pemekaran wilayah melalui DOB Papua. Hal tersebut nyatanya juga akan bisa berdampak pada keberhasilan penanganan ketahanan bencana dan perubahan iklim.
Adanya keberlanjutan pembangunan memang merupakan sebuah hal yang sangat penting dilakukan, dan hal tersebut jugaterustengahdigencarkanoleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk membangun negara, termasuk melakukan pemerataan pembangunan hingga keseluruh pelosok daerah.
Namun, bukan hanya sekedar keberlanjutan pembangunan saja, melainkan hal penting lainnya adalah apakah pembangunan tersebut juga tidak berpotensi untuk mengganggu dan mencemari lingkungan hidup, terlebih bahkan justru mampu untuk jauh lebih mendukungdanmenghijaukanlingkungan.
Maka dariitu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyatakan komitmen kuat mereka untuk siap mengawal pembangunan di sebanyak 4 (empat) pemekaran wilayah melalui keberadaan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua, yang mana terletak di Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan hingga Papua Barat Daya.
Mengenai hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian LHK Republik Indonesia (RI) Dr. Bambang Hendroyon omenjelaskanbahwapihaknya sangat mengedepankan bagaimana agar bisa terjamin adanya keberlanjutan pembangunan dan berwawasan lingkungan di semua wilayah di Tanah Air.
Untukitu, pihaknyalangsung berkomitmen kuat akan melakukanpengawalanpadalansekapdaratandanperairan di sana serta seluruhnya kemudian diintegrasikan ke dalam sebuah program secara komprehensif. Beberapa program yang terus dikawal oleh pihak Kementerian LHK adalah terdapat 3 (tiga) program yang seluruhnya harus terintegrasi, yakni pembangunan hutan berkelanjutan, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan juga penanganan ketahanan bencanasertaperubahaniklim.
Tentunya, terkaitdenganbagaimana upaya untukpenangananakankatahananbencanadanperubahan iklim itu menjadi penting pula, utamanya jika bisa diterapkan di Bumi Cenderawasih. Pasalnya, wilayah tersebut memang terkenal merupakan wilayah yang seringkali mengalami cuaca sangat ekstrem dengan perbuahan atau perpindahan cuaca yang secara tiba-tiba atau mendadak sehingga cukup menghambat aktivitas masyarakat ataupunaktivitaspemerintahanlainnya.
Ketiga program tersebutmemangharus benar-benar bisa dipastikan agar integrasinya menjadi kuat dalam pengimplementasian program. Untuk bisa memastikan akan implementasi program bisa tepat sasaran atau tidak, maka pihak Kementerian LHK pun akan langsung melakukan pengawalan dan juga evaluasi secara berkala dengan adanya unit kerja bernama pusatpengendalianpembangunanekoregion Papua.
Ada beberapahal yang jugaharus bisa dipahami dan menjadi sangat penting untuk ditekankan kepada seluruh pimpinan yang memang memiliki tugas dalam menangani perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup. Seluruh pemimpin itu harus mampu memahami aspek regulasi, aspek teknis danjugaaspekmanajemen.
Dalamhal leadership ataukepemimpinan, seluruhnya juga akan turut dibantu dan didorong serta diberikan pendampingan. Karena perkara kepemimpinan juga sama sekali tidak bisa dianggap remeh sumbangsih peranannya dalam memastikan adanya pembangunan lingkungan hidup khususnya di sektor kehutanandansektor lain.
Pasalnya, denganadanyakepemimpinan yang tepat, maka akan bisa dijamin 3 (tiga) hal tata kelola seperti tata kelola pembangunan hutan berkelanjutan, tata kelola lingkungan dan juga tata kelola karbon. Dengan adanya pengelolaan karbon dan lingkungan tersebut, juga akan sangat membantu pada keberhasilan upayapengendalianperubahaniklim.
Tugasuntukbisamelakukanpengendalian akan perubahan iklim memang merupakan salah satu tugas dari semua pihak karena tujuan utamanya adalah untuk bisa menurunkan gas rumah kaca serta di sisi lain terus melakukan berbagai upaya dalam penguatan sektor kehutanan.
Penanggungjawab (Pj) Gubernur Papua selatan, Dr. Ir. ApoloSafanpomeminta agar sumber daya alam yang ada mampu untuk dikelola dengan baik demi bisa memberikan keberlanjutan bagi anak cucu ke depannya. Karena perlu satu kesadaran penting yang harus ditanamkan, yakni adanya sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Tanah Papua bukanlah merupakan sebuah warisan, melainkan hanyalah merupakan titipan.
Maka dariitu, karena keberlimpahan SDA adalahmerupakan sebuah titipan sehinggawajib bisa dikelola secara sebaik mungkin demi keberlanjutan dan keberlangsungan hidup manusia juga, termasuk pula alam dan lingkungan ke depannya. Apabila tidak dijaga dengan baik tentunya akan dan lingkungan hidup yang ada saat ini akan bisa rusak dan sama sekali tidak ada lagi yang bisa dinikmati oleh generasi masa depan bangsa.
Apresiasi patut diberikan kepada pihak Kementerian LHK yang memiliki komitmen sangat kuat demi mengawal seluruh pembangunan di DOB Papua karena bertujuan untuk bisa mewujudkan suatu pembangunan yang berwawasan lingkungan sehingga ke depannya generasi mendatang juga masih mampu menikmati bagaimana keberlimpahan sumber daya alam.
)* Penulis adalah Mahasiswa papua tinggal di Manado