Samarinda, VivaNusantara — Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai arena cabang olahraga (cabor) domino pada ajang Porwada Bontang 2025. Meski pertandingan berlangsung maraton selama hampir 12 jam, mulai pukul 15.00 hingga 02.00 Wita dini hari, para jurnalis-atlet tetap memperlihatkan semangat juang tinggi, disertai sportivitas dan keakraban yang kental.
Di nomor perorangan, Ardan dari Kutai Timur (Kutim) tampil impresif dan menyabet medali emas setelah melangkah mulus sejak babak awal hingga final. Permainan tenang dan penuh perhitungan membuatnya tak terbendung di meja pertandingan. Posisi perak diraih Intoniswan dari Samarinda, sedangkan Ichal dari Kutai Barat (Kubar) membawa pulang perunggu usai pertarungan sengit di semifinal.

Final domino perorangan dengan peserta dari Kutim, Samarinda, dan Kubar
Ketegangan dan tawa kembali berpadu di nomor berpasangan, di mana duet Into – Shahab dari Samarinda berhasil mengunci medali emas. Mereka mengalahkan pasangan tangguh Ardan – Sukri dari Kutim yang harus puas dengan perak. Sementara itu, tim Zuajie cs dari Bontang tampil konsisten dan merebut perunggu.
Manajer Tim Domino, Pokja PWI Samarinda Ismail Hamzah, menyebut ajang ini lebih dari sekadar pertandingan. Menurutnya, Porwada menjadi sarana mempererat silaturahmi antarsesama wartawan di Kalimantan Timur.
“Porwada ini bukan sekadar lomba, tapi wadah memperkuat persaudaraan. Bahkan di meja domino, kita bisa melihat bagaimana sportivitas dan rasa saling menghormati tumbuh di antara teman-teman jurnalis dari berbagai daerah,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025) di aula Kodim 0908 Bontang, tempat diselenggarakannya Cabor domino.
Ismail juga menilai kemenangan yang terbagi antara Kutim dan Samarinda mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi roh utama Porwada.
“Yang menarik, meski mereka saling berhadapan di final, semua tetap saling memberi selamat dan tertawa bersama. Itulah semangat Porwada yang sebenarnya,” tambahnya.
Cabor domino kembali menjadi salah satu magnet penonton di Porwada Bintang 2025, menghadirkan suasana hangat khas “olahraga rakyat” di tengah kompetisi jurnalis yang penuh warna dan keakraban.
Penulis: TW
Editor: TW