Samarinda, VivaNusantata – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada 18 hingga 20 Januari 2026, seiring adanya pasang laut maksimum.
BMKG Kaltim dalam informasi yang diunggah melalui akun Instagram resmi @bmkgkaltim, Jumat (17/1/2026), menyebutkan bahwa tinggi pasang air laut berpotensi mencapai ±2,9 meter di beberapa perairan Kalimantan Timur.
Kondisi tersebut berisiko menimbulkan genangan di kawasan pesisir dan pesisir sungai, serta dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya nelayan dan kegiatan operasional pelabuhan.
“Potensi banjir rob dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Kami mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan,” tulis BMKG Kaltim dalam keterangannya.
BMKG mengingatkan masyarakat yang bermukim di pesisir, nelayan, serta pemangku kepentingan terkait agar mengantisipasi kenaikan muka air laut selama periode tersebut. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca dan pasang surut melalui Aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG lainnya.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari informasi resmi BMKG,” lanjut keterangan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengamankan barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat lebih tinggi, menghindari aktivitas di pesisir, muara sungai, dan pelabuhan saat pasang maksimum, serta mewaspadai genangan dan arus air yang berpotensi mengganggu akses jalan dan transportasi.(LS)
Editor : Lisa