Samarinda, VivaNusantata – Persiapan acara bertajuk “Tiga Wajah Roehana Koeddoes, Pahlawan Nasional dan Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia” terus dimatangkan.
Hal ini mengemuka dalam Minutes of Meeting (MoM) rapat persiapan yang digelar pada Senin (19/1/2026), dengan melibatkan Yayasan Amai, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), serta sejumlah pemangku kepentingan.
Rapat dipimpin oleh Uni Lubis, mantan Ketua FJPI sekaligus Pemimpin Redaksi IDN Times, yang mengikuti jalannya diskusi secara daring melalui Zoom Meeting dari Davosi. Dalam rapat tersebut ditegaskan pentingnya menghadirkan Roehana Koeddoes tidak hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai inspirasi hidup bagi jurnalisme, pendidikan, dan gerakan perempuan masa kini.
Digelar 6 Februari 2026 di IDN HQ
Acara dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Februari 2026, pukul 15.30–17.30 WIB, bertempat di The Plaza, IDN Headquarters, Menara Global Lantai 3, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 27, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini dirancang dalam format diskusi dan talkshow, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang, yang terdiri atas 30 jurnalis perempuan dari Jakarta dan sekitarnya,
30 komunitas, meliputi 10 community writer dan 20 komunitas IDN Times, 20 undangan khusus, 20 peserta dari Yayasan Amai.
Tema besar “Tiga Wajah Roehana Koeddoes” disepakati untuk menggambarkan peran multidimensi Roehana Koeddoes sebagai Jurnalis perempuan pelopor, melalui kiprahnya di surat kabar Sunting Melayu, Pendidik dan penggerak emansipasi perempuan, melalui Yayasan Amai Setia, Penggerak ekonomi dan kebudayaan, dengan membina perempuan Koto Gadang hingga menembus pasar internasional.

Trini Tambu, Ketua Yayasan Amai Setia yang didirikan Roehana Koeddoes sejak tahun 1911.
Ketua Yayasan Amai, Trini Tambu, menegaskan bahwa Yayasan Amai hingga kini masih aktif melanjutkan visi Roehana Koeddoes dengan menyesuaikan perkembangan zaman.
“Yayasan Amai bukan hanya warisan sejarah, tetapi gerakan hidup yang terus memperjuangkan pendidikan dan kemandirian perempuan,” ujarnya.
Diskusi nanti akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas bidang, antara lain Najwa Shihab, Founder Narasi dan Trini Tambu, Ketua Yayasan Amai, sejarawan, perwakilan Dewan Pers, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI).
Diskusi akan membahas peran Roehana Koeddoes dalam sejarah, relevansinya dengan jurnalisme hari ini, serta pentingnya dukungan negara dan daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dalam menjaga warisan intelektual tokoh perempuan nasional.
Uni menegaskan acara tidak disiarkan secara langsung (tidak live). Namun, tim FJPI akan menyiapkan berbagai tulisan dan dokumentasi untuk memperluas gaung acara.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap warisan Roehana Koeddoes tidak hanya dikenang sebagai tokoh masa lalu, tetapi terus hadir sebagai inspirasi nyata bagi jurnalisme yang berperspektif gender, pendidikan perempuan, dan penguatan peran perempuan dalam sejarah bangsa. (TW)
Editor : TW