Home DaerahKota SamarindaCurhat ke Orang Tua Dianggap Seram, PIK R Samarinda Hadirkan Konselor Sebaya untuk Buka Suara

Curhat ke Orang Tua Dianggap Seram, PIK R Samarinda Hadirkan Konselor Sebaya untuk Buka Suara

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Bukan sekadar tren, kini banyak remaja lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebayanya. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda menilai ini sebagai pola komunikasi baru yang perlu disambut dengan pendekatan yang sesuai.

Karena itu, DPPKB mendorong penguatan peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Lewat program Konselor Sebaya dan Pendidik Sebaya, remaja diajak untuk saling berbagi informasi soal kesehatan, pengasuhan, hingga mendapat dukungan emosional dari orang yang mereka percaya.

“Program ini hadir untuk menjembatani kebutuhan itu, agar mereka bisa mendapatkan edukasi dan ruang aman secara seimbang,” ungkap Waode Rosliani, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Samarinda, saat ditemui di ruangannya, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, anak muda saat ini bukan anti komunikasi dengan orang tua, tapi sering kali tidak menemukan cara yang tepat untuk memulai. Karena itulah DPPKB tidak hanya membentuk PIK-R di sekolah, tetapi juga membekali orang tua dengan keterampilan komunikasi melalui program “1001 Cara Bicara Orang Tua dan Remaja”.

Program yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah ini memberikan pelatihan langsung kepada orang tua tentang cara berkomunikasi efektif, mengenali psikologi remaja, hingga teknik mendengarkan aktif. Pendekatan ini bertujuan agar orang tua mampu menjadi mitra komunikasi yang setara, bukan sekadar pemberi instruksi.

“Program ini menjadi upaya kami agar orang tua tidak jadi sosok terakhir yang tahu cerita anaknya. Kami ingin orang tua bisa menjadi tempat pertama yang didatangi, bukan hanya untuk menasihati tapi juga mendengar,” tambah Waode.

Sementara itu, konselor sebaya di lingkungan PIK-R telah dibekali pelatihan untuk memahami dinamika psikologis remaja, menyampaikan informasi yang benar dan mendampingi teman sebayanya dalam menghadapi masalah tanpa menghakimi. Kehadiran mereka menjawab kebutuhan Gen Z akan hubungan yang setara dan bebas tekanan sosial.

Model peer-to-peer ini menjadi bentuk pendekatan yang dinilai tepat di era sekarang. Gen Z yang tumbuh di tengah ledakan informasi digital, sangat membutuhkan komunikasi yang ringan namun bermakna, dekat namun tetap profesional. Di titik inilah, program PIK-R memainkan peran strategis dalam mengarahkan mereka ke pilihan-pilihan hidup yang lebih terencana.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like