Samarinda, VivaNusantara – Aksi brutal demi mendapatkan satu jeriken solar baru saja dilakukan oleh sekelompok pria, pada Senin (2/6/2025) lalu. Dengan modal perlengkapan senjata tajam, mereka nekat mengancam nyawa awak kapal tugboat (TB) Bluefin 10 yang sedang menunggu pengambilan jasa tambat.
Kini tiga pria diamankan oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Samarinda setelah diduga melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap dua awak kapal tugboat (TB) Bluefin 10. Peristiwa itu terjadi di perairan Sungai Mahakam, Senin (2/6/2025) sekitar pukul 15.30 WITA.
Wakapolresta Samarinda, AKBP Heri Rusyaman, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika kapal tengah bersandar dan menunggu pengambilan jasa tambat. Saat itu, tiga orang tak dikenal tiba dengan perahu kecil dan meminta solar kepada nahkoda kapal, meski tidak memiliki keterlibatan dalam aktivitas tambat.
Permintaan tersebut ditolak. Namun, para pelaku justru merespons dengan kekerasan. Salah satu pelaku diduga mencengkeram leher korban dari belakang sambil mengacungkan badik. Seorang lainnya menodongkan parang dari depan.
“Korban atas nama Joni dan rekannya, Dekky Irawan alias Tile, mengalami ancaman fisik yang cukup serius. Salah satunya bahkan sempat melompat ke sungai karena dikejar,” kata Heri dalam konferensi pers di Kantor Sat Polairud, Rabu (4/6/2025).
Setelah mendapatkan satu jeriken solar, para pelaku melarikan diri dengan perahu. Sebelum meninggalkan lokasi, mereka juga sempat melontarkan ancaman agar kru kapal tidak merekam kejadian.
Ketiga pelaku yang berinisial S, F, dan A kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Mereka dijerat dengan dugaan pengancaman dan pemaksaan disertai senjata tajam.
Kepala Sat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rachmat Aribowo, mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di kawasan perairan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan di wilayah perairan harus terus ditingkatkan, terutama terhadap aktivitas yang melibatkan kapal dan bongkar muat barang,” ujarnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa