Samarinda, VivaNusantara – Keretakan pada flyover di Jalan Juanda kembali menjadi sorotan. Permasalahan ini terus berulang setiap tahun meski jembatan layang ini sudah ada sejak tahun 2016 lalu.
Saat ini Tim teknis UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda telah diterjunkan, guna memastikan bagian oprit flyover tetap aman. Kegiatan pembongkaran terbatas juga telah dilakukan serta pemeriksaan detail terhadap bagian yang terdampak.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin untuk memastikan keamanan struktur flyover tetap terjaga.
“Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah ada bagian yang perlu diperkuat, terutama di bawah oprit,” jelas Hendra, Rabu (15/10/2025).
Ia menepis anggapan bahwa retakan tersebut menandakan kerusakan serius. Berdasarkan hasil pengecekan awal, struktur utama jembatan masih dalam kondisi stabil dan aman untuk dilalui kendaraan. Retakan yang tampak, kata Hendra, hanya terjadi pada penutup dinding oprit, bukan pada bagian yang menopang beban kendaraan.
“Tidak ada gangguan pada konstruksi utama. Retakan yang terlihat hanya di bagian luar, bukan struktur penopang,” ujarnya.
Lanjutnya, retakan kemungkinan disebabkan oleh proses alami penurunan tanah urugan di bawah oprit. Untuk memastikan penyebab pastinya, tim teknis masih melakukan observasi lapangan dan uji material sebelum menentukan langkah perbaikan permanen.
Meski ada aktivitas pembongkaran di sekitar area tersebut, arus lalu lintas di atas Flyover Juanda tetap dibuka seperti biasa. DPUPR memastikan pekerjaan dilakukan dengan sistem pengamanan agar tidak mengganggu pengguna jalan.
“Minggu ini ditargetkan selesai agar segera bisa dilakukan penanganan lanjutan bila diperlukan,” tutup Hendra.
Pemeriksaan itu bagian dari program pemeliharaan berkala DPUPR Samarinda untuk meminimalkan risiko kerusakan jembatan dan memastikan seluruh infrastruktur strategis kota tetap berfungsi dengan optimal.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa