Samarinda, VivaNusantara – Peredaran narkoba di Gang Masjid, Jalan Lambung Mangkurat, tentu sudah tak asing lagi bagi sebagian kalangan. Bahkan kawasan itu dikenal sebagai gudang yang tak sepi, meski pergerakannga senyap.
Terbukti, setelah beberapa kali digelar razia oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim), nyatanya Gang Masjid sudah berkembang biak menjadi sarang narkoba.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kaltim, Tejo Yuantoro mengungkapkan kawasan tersebut sebelumnya menjadi titik rawan peredaran narkotika, di mana BNNP Kaltim sempat mengungkap kasus sabu seberat 3 kilogram. Sementara Polresta Samarinda juga pernah menemukan 7 kilogram sabu di lokasi yang sama.
“Dalam kurun waktu satu bulan, dari Oktober hingga November 2025, kami mencatat beberapa pengungkapan besar di wilayah Lambung Mangkurat,” ungkapnya.
Teranyar, pihaknya melakukan razia narkoba di Gang Masjid, pada Jumat (7/11/2025). Operasi ini digelar sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Bersih dari Narkoba (BERSINAR).
Tejo mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar razia dilakukan sejak dini hari hingga pagi. Dari hasil operasi tersebut, puluhan pengguna narkoba berhasil diamankan tanpa perlawanan.
“Dari 43 orang yang kami amankan dan dilakukan tes, 42 di antaranya positif menggunakan narkoba,” ujar Tejo.
Para pengguna yang diamankan merupakan warga sekitar dengan rentang usia muda hingga dewasa. Bahkan, kata Tejo, di antara mereka terdapat seorang penyandang disabilitas. Seluruhnya kini dibawa ke kantor BNNP Kaltim untuk menjalani proses asesmen dan rehabilitasi.
Meski tidak ditemukan kasus baru pada pagi harinya, BNNP Kaltim memastikan operasi semacam ini akan terus berlanjut di wilayah yang dianggap rawan, seperti Gunung Bugis di Balikpapan serta beberapa titik di Bontang.
Tejo menambahkan, operasi kali ini merupakan hasil kerja sama lintas instansi, melibatkan Ditresnarkoba Polda Kaltim, Satresnarkoba Polresta Samarinda, Satpol PP Provinsi Kaltim, serta Bea Cukai Samarinda.
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam memerangi peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Sementara, Surti yang berprofesi sebagai pedagang telur di gang mesjid mengatakan tidak mengetahui adanya peredaran narkoba di wilaywh tempatnya berjualan.
Ia menyebut kegiatan warga sekitar dalam penglihatannya tergolong wajar seperti warga pada umumnya.
“Kalau yang saya liat selama ini sih wajar aja kok Mas di sekitar sini, nda ada yang aneh-aneh juga,” terangnya saat dikonfirmasi oleh wartawan media ini.
Penulis: Ain
Editor: Lisa