Home DaerahKota SamarindaKasus Influenza A Meningkat Saat Musim Hujan, Waspadai Gejala dan Komplikasinya

Kasus Influenza A Meningkat Saat Musim Hujan, Waspadai Gejala dan Komplikasinya

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kasus Influenza A kembali meningkat di Indonesia bersamaan dengan datangnya musim penghujan. Penyakit saluran napas akut ini bukan sekadar flu biasa, karena mudah menular dan dapat memicu komplikasi serius, bahkan berujung fatal bila tidak segera ditangani.

Dilansir dari IDN Times, data Global Influenza Surveillance menunjukkan Indonesia mengalami kasus influenza sepanjang tahun, dengan peningkatan signifikan pada periode Oktober hingga Maret. Data FluNet WHO periode 1 Januari hingga 23 Desember 2024 juga mengonfirmasi lonjakan pada subtipe Influenza A (H1N1).

Dikutip dari penjelasan Dr. dr. Nastiti Kaswandani, SpA (K), anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, terdapat empat tipe virus influenza A, B, C, dan D namun yang paling sering menyebabkan wabah besar adalah Influenza A.

“Influenza A bisa menyebabkan pandemi karena virusnya mudah berubah. Itulah kenapa vaksin flu harus diperbarui setiap tahun,” terang Dr. Nastiti dalam wawancara yang dilansir oleh IDN Times.

Subtipe yang paling sering muncul, seperti H1N1 dan H3N2, kerap menjadi penyebab utama wabah flu global.

Gejala Influenza A sering kali lebih berat dibanding flu biasa. Beberapa tanda yang umum antara lain, demam tinggi, batuk dan pilek, nyeri tenggorokan dan kepala, kelelahan ekstrem serta nyeri otot dan sendi.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis segera, seperti sulit bernapas, anak sulit minum atau tampak lemas, kejang, penurunan kesadaran, kebiruan di sekitar mulut (sianosis).

Menurut laporan WHO, virus Influenza A dapat menyerang semua usia, tetapi paling berisiko pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit kronis seperti jantung dan diabetes.

WHO juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan bagi kelompok tersebut, khususnya menjelang musim hujan atau periode puncak kasus.

Dilansir dari Cleveland Clinic dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pencegahan sederhana seperti mencuci tangan, memakai masker saat sakit, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup tetap menjadi langkah efektif untuk menekan penularan virus influenza.

Edukasi publik tentang bahaya Influenza A juga dinilai penting agar masyarakat tidak menganggap flu berkepanjangan sebagai penyakit ringan semata.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like