Home DaerahKota SamarindaLansia Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Warga Curiga karena Tak Terlihat ke Masjid

Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi, Warga Curiga karena Tak Terlihat ke Masjid

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Seorang pria lanjut usia berinisial HK (73) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah kontrakannya di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 19, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Jumat (27/2/2026).

Penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium aroma menyengat dari bangunan bagian belakang. Korban diketahui tinggal seorang diri dan sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya, termasuk tidak lagi terlihat menuju masjid.

Ketua RT 19, Aziz, mengatakan laporan pertama datang dari istrinya yang mencium bau tak sedap. Ia kemudian mendatangi rumah korban dan mencoba mengetuk pintu depan, namun tidak mendapat respons.

“Saya diberi tahu istri soal bau itu. Saya langsung ke rumahnya, gedor pintu depan tapi tidak ada jawaban,” ujarnya.

Karena tak ada respons, Aziz memeriksa bagian belakang rumah bersama dua warga lainnya. Di lokasi tersebut, kondisi sudah mencurigakan. Bau semakin kuat dan pintu belakang tampak sedikit terbuka.

“Waktu dilihat ke dalam, korban sudah tergeletak di kamar mandi,” katanya.

Korban ditemukan dalam posisi telentang di lantai kamar mandi dengan kepala sedikit bersandar ke dinding. Kondisi jasad yang mulai membusuk mengindikasikan korban telah meninggal sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

HK diketahui tinggal terpisah dari unit kontrakan di bagian depan bangunan. Anak-anaknya tidak tinggal bersamanya. Meski hidup sendiri, warga mengenalnya sebagai pribadi yang cukup aktif ketika kondisi kesehatannya baik.

“Biasanya kalau sehat, sering terlihat jalan ke masjid. Tapi beberapa hari ini memang tidak kelihatan,” tambah Aziz.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, membenarkan adanya penemuan tersebut.

“Dari pemeriksaan awal tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie guna menjalani visum dan pemeriksaan lebih lanjut.
(Ain)

Editor: TW

You may also like