Home DaerahKota SamarindaLedakan Sumur Migas LSE-P715 Guncang Sanga-Sanga, Pemprov Akui Masih Koordinasi

Ledakan Sumur Migas LSE-P715 Guncang Sanga-Sanga, Pemprov Akui Masih Koordinasi

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Ledakan hebat disertai semburan api dari sumur minyak LSE-P715 milik PT Pertamina EP, Rabu dini hari (18/6/2025) mengejutkan warga Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.45 WITA itu menyisakan persoalan lingkungan, kesehatan, dan hak-hak warga yang harus segera ditangani secara serius.

Semburan api setinggi belasan meter sempat membumbung selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil diredam oleh tim tanggap darurat Pertamina. Namun demikian, bau menyengat hidrokarbon, iritasi pernapasan ringan pada warga, serta indikasi pencemaran lingkungan menjadi konsekuensi yang tak bisa diabaikan. Warga disekitar mengeluhkan air selokan yang berubah warna dan permukaan tanah yang terasa lengket.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi tidak akan tinggal diam jika ditemukan kelalaian dalam peristiwa ini. Ia mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) untuk meminta penjelasan menyeluruh.

“Kami sudah berdiskusi dengan Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Saat ini mereka sedang meneliti sumber ledakan dan potensi kebocoran,” ujarnya, usai Rapat Paripurna di DPRD Kaltim, Senin (23/6/2025).

Seno meminta audit lingkungan dan teknis independen segera dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden dan dampak yang ditimbulkan. Ia juga mendesak agar hasil investigasi itu diumumkan secara transparan kepada publik, bukan hanya disimpan sebagai laporan internal.

“Saya belum menerima hasil resminya,” tegas Seno Aji.

Jika temuan menunjukkan kelalaian dalam operasional atau mitigasi, bukan tidak mungkin sanksi tegas berupa pencabutan izin eksplorasi akan diajukan. Insiden ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya tata kelola industri migas yang profesional dan akuntabel, terutama di tengah pemukiman padat penduduk seperti di Sanga-Sanga.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like