Home DaerahKota SamarindaMay Day 2026: Perempuan Mahardhika Samarinda Gugat Negara, Soroti Kerja Murah hingga Kekerasan di Tempat Kerja

May Day 2026: Perempuan Mahardhika Samarinda Gugat Negara, Soroti Kerja Murah hingga Kekerasan di Tempat Kerja

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi momentum bagi Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyuarakan keras nasib buruh perempuan yang dinilai masih dibelit diskriminasi, kerja murah, dan kekerasan di tempat kerja.

 

Koordinator Perempuan Mahardhika Samarinda, Disya Halid, menegaskan bahwa hingga saat ini perempuan masih kerap diposisikan sebagai tenaga kerja kelas dua yang mudah ditekan dan dieksploitasi.

“Perempuan masih dipaksa menerima pekerjaan apa saja dengan upah rendah, status kerja tidak jelas, dan minim perlindungan. Negara tidak boleh membiarkan kondisi ini terus terjadi,” tegas Disya Halid, Kamis (1/5/2026).

Rilis Aksi May Day – Perempuan Mahardhika Samarinda 2026.pdf

Menurutnya, persoalan perempuan pekerja tidak berhenti pada sulitnya mencari pekerjaan. Banyak perempuan juga harus menghadapi sistem rekrutmen yang dinilai seksis dan tidak adil.

“Masih banyak perempuan ditanya soal usia, status menikah, bahkan rencana punya anak saat melamar kerja. Ini bentuk diskriminasi yang harus dihentikan,” ujarnya.

Disya juga menyoroti maraknya kekerasan di tempat kerja yang masih dialami perempuan, mulai dari pelecehan seksual, kekerasan verbal, ancaman pemecatan saat hamil, hingga intimidasi bagi pekerja yang berani menyuarakan haknya.

“Tempat kerja seharusnya menjadi ruang aman, bukan ruang ketakutan. Banyak korban memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan,” katanya.

Dalam momentum May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda mendesak pemerintah menghadirkan kerja layak bagi perempuan, menghapus praktik diskriminatif, dan memastikan perlindungan nyata terhadap korban kekerasan di dunia kerja.

“Perempuan bukan tenaga kerja murah. Perempuan berhak atas pekerjaan yang aman, setara, dan bermartabat,” pungkasnya.(*)

Editor : TW

You may also like