Samarinda, VivaNusantara — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf usai pernyataannya yang menyamakan sang adik, Hijrah Mas’ud, dengan Hashim Djojohadikusumo menuai sorotan publik.
Permintaan maaf itu disampaikan Rudy melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi Pemprov Kaltim, Minggu (26/4/2026) malam.
“Terkait dengan pernyataan saya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya,” ujar Rudy.
Ia menegaskan tidak memiliki maksud membawa ataupun membandingkan pihak mana pun dalam konteks yang tidak semestinya.
Cabut Keterlibatan Keluarga
Dalam pernyataan yang sama, Rudy juga mengumumkan penghentian keterlibatan anggota keluarga dalam jabatan struktural yang berkaitan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Langkah itu disebut sebagai bentuk menjaga integritas pemerintahan sekaligus merawat kepercayaan publik.
“Sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik, mulai besok saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemprov Kaltim,” katanya.
Rudy menyebut kebijakan tersebut juga mencakup posisi Wakil Ketua TAGUPP Kaltim yang saat ini dijabat Hijrah Mas’ud.
“Termasuk Wakil Ketua TAGUPP Kaltim. Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami,” lanjutnya.
Janji Evaluasi dan Hati-Hati Bicara
Pernyataan Rudy sebelumnya sempat memantik kritik karena dinilai menyinggung praktik nepotisme dalam pemerintahan daerah. Kebijakan terbaru ini dipandang sebagai langkah meredam polemik sekaligus melakukan evaluasi internal.
Di akhir pernyataannya, Rudy kembali meminta maaf dan berjanji lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Saya berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik ke depan,” pungkasnya. (red)
Editor : TW