Samarinda, VivaNusantara – Susunan kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 yang baru saja dikukuhkan menuai sorotan dari berbagai daerah. Salah satunya dari Kalimantan Timur (Kaltim), yang dalam struktur kali ini tidak tercatat memiliki perwakilan.
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menilai kondisi tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa organisasi pers nasional berbeda dengan ranah politik yang sarat sentimen representasi daerah.
“Tidak adanya perwakilan Kaltim itu bukan suatu masalah. Kalau kehilangan daerah, itu sebenarnya tidak ada substansinya sama sekali,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/9/2025).
Abdurrahman mencontohkan, dalam konteks politik, isu keterwakilan sering kali muncul ketika membicarakan jabatan menteri. Sentimen geopolitik kerap mewarnai, termasuk soal keterlibatan tokoh Dayak maupun Papua.
“Kalau bicara politik secara luas, ya memang relevan kalau membahas representasi. Tapi dalam konteks pengurusan PWI Pusat, hal itu tidak ada relevansinya,” tegasnya.
Dengan demikian, ia menekankan bahwa absennya nama dari Kaltim di kepengurusan PWI Pusat periode ini tidak perlu dipandang sebagai persoalan substansial.
Penulis: Intan
Editor: Lisa