Home DaerahKota SamarindaPasien Covid-19 Tak Lewat Rujukan, Dinkes Samarinda Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Pasien Covid-19 Tak Lewat Rujukan, Dinkes Samarinda Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Sejak tahun 2023, status pandemi Covid-19 telah dinyatakan berlalu secara resmi. Namun adanya laporan
dua pasien positif Covid-19 di Samarinda tentu membawa kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.

Meski demikian. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih memastikan, sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif (SKDR). Padahal sistem tersebut diaktifkan 24 jam dan selama ini menjadi jalur utama deteksi dini kasus menular.

“Sampai saat ini belum ada laporan masuk dari fasilitas kesehatan primer maupun rujukan, seperti Puskesmas, Labkesmas, atau rumah sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, Senin (9/6/2025).

Ia menegaskan bahwa sistem surveilans di Kota Samarinda tetap siaga setiap saat. Selama ini, pengawasan ketat terhadap potensi wabah tetap dijalankan tanpa henti melalui SKDR. Meskipun ada informasi dua warga terkonfirmasi positif, Dinkes menyatakan belum menetapkan kebijakan khusus seperti pengetatan atau skrining massal.

“Kami menunggu laporan resmi. Kalau ada, kami siap merespons dalam waktu cepat. Kami juga sudah mengedarkan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dini, menjaga daya tahan tubuh, dan bila perlu, menggunakan alat pelindung diri,” jelas Ismed.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal potensi penyebaran varian baru, Ismed mengingatkan bahwa Kota Samarinda telah mencapai kekebalan komunal. Meski begitu, pihaknya tetap merencanakan langkah antisipatif.

Rencananya mulai Selasa (10/6/2025), pihaknya bersama rumah sakit akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan kondisi lapangan.

“Prinsipnya, kami siap bergerak cepat jika ada laporan resmi masuk,” tambahnya.

Ismed juga menegaskan bahwa infeksi tetap bisa terdeteksi walaupun pasien tak memiliki komorbid, dan dalam kasus ini hasil positif didapat dari swab, bukan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sementara itu, Plt Direktur RSUD AWS Samarinda, dr Indah Puspitasari MARS, menambahkan bahwa kedua pasien yang dilaporkan positif adalah warga lokal Kalimantan Timur. Mereka tidak memiliki riwayat perjalanan luar daerah dan saat ini tengah dirawat karena penyakit penyerta.

“Mereka tidak menunjukkan gejala khas Covid-19. Fokus perawatan saat ini adalah pada penyakit penyerta yang diderita masing-masing,” ujar dr. Indah.

Keduanya saat ini dalam kondisi stabil dan tetap menjalani pengawasan medis sesuai protokol penanganan infeksi.

Varian Covid-19 yang saat ini terdeteksi secara umum bersifat ringan dan tidak mematikan. Meski demikian, Dinkes Samarinda tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada dan menjaga protokol kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like