Samarinda, VivaNusantara — Dalam menyongsong Generasi Emas 2045 di Provinsi Kalimantan Timur, diperlukan transformasi SDM dan integrasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Hal ini disampaikan oleh Subkoordinator Lembaga K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Indra Setiawan dalam Seminar Bulan K3 Nasional 2025 di Samarinda, Kamis (24/7/2025).
Ia menegaskan, SMK3 tidak cukup hanya sekedar prosedur administratif. Ia mendorong agar K3 menjadi bagian dari sistem mutu, lingkungan, dan budaya organisasi.

Praktisi K3 PT Kaltim Prima Coal, Istiyan Wijayanto
“K3 harus dilihat sebagai investasi, bukan beban. Jika diimplementasikan dengan benar, hasilnya pasti berdampak positif,” ujar Indra.
Sementara itu, praktisi K3 PT Kaltim Prima Coal, Istiyan Wijayanto, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan kualitas SDM dan keselamatan kerja yang berkelanjutan.
“Kaltim punya potensi besar. Kalau K3 tidak dibenahi, kita hanya jadi penonton di tengah laju industri,” tutupnya.
Penulis: Intan
Editor: Lisa