Home DaerahKota SamarindaPenyebab Banjir Diurai, TWAP Sarankan Penanganan Drainase yang Maksimal

Penyebab Banjir Diurai, TWAP Sarankan Penanganan Drainase yang Maksimal

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Belum lama ini Pemkot Samarinda didampingi Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda meninjau ke sejumlah sekolah yang diprioritas untuk penanganan bencana. Hal ini menjadi tindaklanjut setelah sebelumnya dirapatkan bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Dari hasil rapat tersebut disimpulkan ada beberapa sekolah yang masuk dalam rencana mitigasi bencana, diantaranya SMP 48 Proklamasi, SD 004, SMP 27 Batu Cermin, SD 13 Suryanata, dan SMP 24 Suryanata.

Setelah melakukan peninjauan Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparudin menyimpulkan bahwa solusi utama terletak pada penataan drainase, bukan pemindahan lokasi sekolah.

“Dari hasil tinjauan, sekolah-sekolah tersebut tidak perlu dipindah. Khusus SMP 27 Batu Cermin, area yang terdampak longsor akan ditata ulang menggunakan alat berat untuk mencegah longsor susulan,” ujar Syaparudin, Jumat (7/11/2025).

Lanjutnya, persoalan utama di SD 13 dan SMP 24 Suryanata justru terletak pada sistem drainase yang kurang memadai. Ia menegaskan, relokasi sekolah bukan solusi efektif karena banjirlah yang harus diatasi.

“Masalahnya bukan pada sekolahnya, tapi pada drainasenya. Kita akan lakukan revitalisasi dan penambahan drainase dari simpang tiga Kadri Uning Suryanata hingga ke arah TPA lama,” jelasnya.

Selain itu, TWAP juga menyoroti persoalan aliran air yang berasal dari arah Bukit Pinang dan TPA lama yang sering masuk ke area sekolah. Pihaknya berencana menutup pintu air yang menjadi jalur masuk air dan memperlebar saluran kecil di sekitar sekolah agar terhubung dengan drainase utama di pinggir Jalan Suryanata.

Sementara penanganan jangka pendek untuk sekolah di kawasan Suryanata akan dimulai dengan menutup pintu air dan memperbaiki saluran kecil di sekitar sekolah. “Pemkot juga akan buat saluran drainase baru di halaman sekolah agar air mengalir langsung ke sungai depan sekolah,” tambahnya.

Adapun untuk SMP 48 Proklamasi, TWAP tengah berdiskusi mencari lokasi baru agar sekolah tersebut tidak lagi bercampur dengan SD.

Langkah ini, kata Syaparudin, menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menata kawasan rawan banjir sekaligus memastikan proses belajar-mengajar tidak terganggu. “Kalau drainasenya berfungsi baik, sekolah tidak akan kebanjiran lagi. Lingkungan belajar jadi lebih nyaman,” pungkasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like