Samarinda, VivaNusantara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan dapat menjangkau sekitar 135 ribu pelajar di Samarinda pada 2026. Saat ini, pemerintah masih menyiapkan infrastruktur dapur penyedia.
Deputi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Promosi dan Kerja Sama, Nyoto Suwignyo, mengungkapkan bahwa dari target 74 dapur MBG, sudah sekitar 20 dapur yang beroperasi penuh. Tahun 2025 ini ditargetkan menjadi fase akhir penyiapan infrastruktur sebelum program masuk tahap pelayanan penuh pada tahun berikutnya.
“Tahun 2026 nanti kita target fokus ke pelayanan,” ujar Nyoto saat menghadiri peresmian dapur SPPG Bugis, di Go Mall Samarinda, Kamis (6/11/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan dapur di Kota Tepian memang beberapa kali terhambat, namun bukan hanya disebabkan dari faktor anggaran, melainkan juga oleh keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Menurutnya, harga tanah yang tinggi menjadi kendala utama bagi mitra yang ingin berpartisipasi membangun dapur MBG.
“Kami kini mencoba alternatif dengan memanfaatkan aset daerah seperti gedung dan mal yang belum dimaksimalkan untuk dijadikan dapur MBG,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BGN, untuk mempercepat penyediaan infrastruktur dapur di seluruh wilayah.
“Saat ini sudah ada 20 dapur yang beroperasi, meningkat dari 11 sebelumnya. Targetnya sampai akhir 2025 seluruh 74 dapur bisa rampung,” ujarnya.
Pemerintah berharap, sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra lokal dapat mempercepat realisasi dapur MBG agar program makan bergizi bagi pelajar di Samarinda dapat berjalan sesuai target nasional.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa