Home DaerahKota SamarindaPerilaku Menyimpang Makin Subur, Ilmuwan Psikologi Sentil Orang Tua dan Medsos

Perilaku Menyimpang Makin Subur, Ilmuwan Psikologi Sentil Orang Tua dan Medsos

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Belakangan ini, perilaku menyimpang di masyarakat jadi perhatian serius para akademisi. Ilmuwan Psikologi, Ilma Nuraeni menilai hal ini dipengaruhi oleh perubahan norma sosial, lemahnya kontrol media sosial, dan berkurangnya peran orang tua dalam membentuk identitas anak sejak dini.

Menurut Ilma, aturan dan norma sosial bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. “Dulu seorang laki-laki memakai rok dianggap memalukan. Namun kini, banyak desainer yang justru mengangkat konsep unisex sebagai bentuk kreativitas dan diapresiasi masyarakat. Apresiasi ini perlahan membentuk stigma baru, bahwa hal-hal yang dulu dianggap menyimpang kini terlihat lumrah,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan, faktor media sosial juga berperan besar dalam memperluas eksposur perilaku menyimpang. “Banyak orang tua yang ingin menjaga anaknya agar tidak terkontaminasi, namun mereka lengah dalam mengawasi penggunaan gadget. Akibatnya, anak menyerap dan merekam perilaku menyimpang itu tanpa lagi menganggapnya sebagai larangan,” tegas Ilma.

Selain itu, ia menilai menurunnya standar moral dalam masyarakat membuat batasan antara benar dan salah semakin kabur. “Sekarang ukurannya bukan lagi norma bersama, tapi cenderung ke ‘sekarep gue’. Hal ini berbahaya karena membentuk generasi dengan standar moral yang relatif dan rapuh,” ujarnya.

Meski begitu, Ilma optimistis perilaku menyimpang tetap bisa diperbaiki, bahkan melalui pendekatan yang mirip dengan rehabilitasi pecandu narkoba. Menurutnya, edukasi literasi gender dan seksual sejak dini, penerapan terapi kognitif perilaku (CBT), kampanye moral, hingga penguatan nilai spiritual dapat membantu memperbaiki perilaku seseorang.

“Orang dengan perilaku menyimpang bisa dididik. Yang terpenting ada penguatan dari lingkungan terdekatnya, terutama keluarga. Selain itu, pembatasan media sosial yang menggembar-gemborkan hal-hal menyimpang juga harus dilakukan secara tegas,” tutup Ilma.

Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi orang tua, pendidik, serta masyarakat luas dalam menjaga arah moralitas generasi mendatang agar tetap selaras dengan nilai dan norma yang berlaku.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like