Home DaerahKota SamarindaPesona Senja Citra Niaga, Saat Aroma Kopi Berpadu dengan Harmoni Kota

Pesona Senja Citra Niaga, Saat Aroma Kopi Berpadu dengan Harmoni Kota

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Sore di Kawasan Citra Niaga selalu punya caranya sendiri untuk memeluk setiap orang yang datang. Saat matahari mulai turun di balik gedung-gedung tua peninggalan 1980-an, udara hangat bercampur aroma kopi yang keluar dari kios-kios kecil di sepanjang jalur pedestrian. Lampu-lampu gantung mulai menyala, memantulkan cahaya ke batu-batu koral yang menjadi ciri khas kawasan ini.

Bagi warga Samarinda, Citra Niaga bukan sekadar tempat berbelanja atau bersantai. Pusat perbelanjaan yang pernah menjadi primadona itu, kini menjadi ruang nostalgia, tempat orang-orang bertemu, sambil melihat geliat ekonomi kreatif yang kini kian hidup.

“Kalau sore begini, suasananya adem dan ramai, tapi nggak sesak. Banyak yang nongkrong sambil minum kopi atau sekadar menikmati musik jalanan,” ujar Yani, pengunjung Citra Niaga, Jumat (14/11/2025)

Ia mengaku menyukai suasana Citra Niaga karena menghadirkan keseimbangan antara nuansa klasik dan modern.

“Bangunan lamanya tetap dipertahankan, tapi sekarang banyak tempat ngopi baru yang estetik. Jadi tetap terasa Samarindanya, tapi kekinian juga,” ucapnya.

Citra Niaga yang dulu dikenal sebagai pusat perdagangan tradisional kini menjelma menjadi magnet ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Samarinda bersama komunitas lokal terus mendorong kawasan ini sebagai ruang publik yang ramah seniman, UMKM, dan wisatawan.

“Kalau bisa, Citra Niaga jangan berubah jadi mal atau tempat modern sepenuhnya. Justru di sini istimewanya karena masih terasa kehidupan rakyatnya,” tambah Puspita.

Menjelang malam, lampu hias di sepanjang lorong mulai berpendar lebih terang. Suara gitar akustik dari musisi jalanan mengalun lembut, menyatu dengan tawa pengunjung yang menikmati sore terakhir sebelum kota benar-benar tenggelam dalam malam.

Di tengah hiruk-pikuk Samarinda yang terus tumbuh, Citra Niaga tetap menjadi ruang untuk bernafas, tempat di mana waktu seolah berjalan lebih pelan, memberi ruang bagi siapa pun yang ingin sekadar menikmati sore dan mengingat bahwa kota ini punya jiwa yang hangat.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like