Home DaerahKota SamarindaPro Kontra Larangan Ritel Modern 24 Jam

Pro Kontra Larangan Ritel Modern 24 Jam

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Pembatasan jam operasional ritel modern di Samarinda mulai terasa dampaknya di lapangan. Beberapa gerai yang dulu terang benderang hingga pagi hari kini memilih mematikan lampu lebih cepat. Kondisi itu terlihat jelas di salah satu ritel modern, Alfamidi Jalan Ahmad Yani.

Petugas yang berjaga malam hanya memberikan penjelasan singkat. Ia memastikan bahwa perubahan jam layanan bukan rencana, melainkan aturan yang sudah berjalan.

“Tidak boleh buka 24 jam. Sudah dilarang, kami harus ikuti,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Dalam kesempatan berbeda, persoalan ini ditanggapi Rika, warga Temindung Permai. Ia menganggap pembatasan jam operasional ritel modern tidak sejalan dengan pola hidup warga kota yang semakin variatif.

“Warga kota sudah terbiasa dengan fleksibilitas, dan toko 24 jam itu membantu banyak orang,” tegasnya.

Rika menilai klaim bahwa pembatasan ini otomatis menguntungkan warung kecil tidak sepenuhnya tepat. Banyak warung, katanya, justru menutup lebih awal sehingga kebutuhan warga pada jam-jam tertentu tetap tidak terakomodasi.

Selain itu, ia menyoroti faktor akses bagi pengguna jalan poros yang kerap melakukan perjalanan malam. Ritel modern yang terdaftar di layanan peta digital, menurutnya, menjadi titik acuan penting untuk kebutuhan mendadak.

Ia menilai perlindungan UMKM seharusnya dilakukan lewat peningkatan kualitas layanan warung kecil, bukan dengan menutup pilihan masyarakat.

“Yang penting itu pembinaan. Ajari bagaimana menata warung, cara pakai aplikasi pemesanan, atau mendaftarkan usaha mereka ke maps,” tambahnya.

Berbeda dengan Rika, sebagian warga justru menyambut baik langkah pemerintah membatasi operasional ritel modern. Aan, warga Samarinda Utara, menilai kehadiran toko berjejaring yang buka sepanjang malam membuat usaha kecil kehilangan pangsa pasar di jam sepi.

“Pembatasan ini bagus. Warung-warung sekitar jadi punya kesempatan hidup lagi,” tandasnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like