Home DaerahKota SamarindaPublic Speaking Dinilai Jadi Fondasi Membangun Kepercayaan Diri

Public Speaking Dinilai Jadi Fondasi Membangun Kepercayaan Diri

by Redaksi
0 comments

Samarinda, Vivanusantara – Kemampuan berbicara di depan umum kini dianggap sebagai keterampilan dasar yang menunjang banyak aspek kehidupan, tidak hanya saat berada di atas panggung, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari.

Kebutuhan itu mendorong Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim berkolaborasi dengan Komunitas Emak Peduli Anak Kaltim mengadakan pelatihan public speaking pada 8–9 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Kantor PWI Kaltim sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya perempuan.

Tidak seperti kegiatan sebelumnya yang mayoritas diikuti perempuan, pelatihan tahun ini terbuka untuk berbagai kelompok masyarakat. Kehadiran peserta laki-laki menjadi salah satu langkah memperluas literasi komunikasi publik lintas gender.

Para peserta yang hadir diajak berbagai pengalaman dan tanya jawab dalam gelaran public speaking. (Foto: Intan)

Melisa, pemateri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan tampil percaya diri, tetapi tentang bagaimana menyampaikan pesan yang dapat diterima dan dipercaya oleh publik.

Ia memaparkan sejumlah elemen penting dalam berbicara, mulai dari pemilihan kata yang ringkas, pengaturan ritme bicara, ekspresi wajah, hingga kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan audiens.

Jurnalis yang telah berkecimpung lebih dari sepuluh tahun itu menjelaskan bahwa public speaking membantu siapa pun, baik jurnalis maupun masyarakat umum untuk menyampaikan informasi secara runtut, meminimalkan salah pemahaman, dan membangun kredibilitas di depan pendengar.

Ketua Komunitas Emak Peduli Anak Kaltim, Ria Atia Dewi, mengatakan bahwa kemampuan berbicara kini sudah menjadi keahlian lintas profesi.

“Kegiatan ini awalnya memang diperuntukkan bagi perempuan. Tapi kami senang karena ternyata pesertanya datang dari berbagai latar belakang, termasuk laki-laki. Artinya, kemampuan berbicara sudah dianggap penting oleh banyak orang tanpa melihat profesi dan usia,” kata Ria.

Ia menambahkan bahwa pelatihan serupa telah diselenggarakan di berbagai daerah dan membawa hasil nyata.

“Setiap kali kegiatan ini digelar, kami menyaksikan semakin banyak orang yang berani menyampaikan pendapatnya. Kadang perubahan kecil dalam cara berbicara bisa membawa dampak besar bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pelatihan ini tidak hanya membahas teknik berbicara, tetapi juga menanamkan keberanian dan rasa tanggung jawab dalam menyampaikan pesan. Selain materi, peserta diberi kesempatan berdiskusi serta praktik langsung agar dapat merasakan tantangan berbicara dalam situasi nyata.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like