Home DaerahKota SamarindaRoh Jurnalisme Terlunta-lunta di Tengah Bisingnya Meja Bisnis

Roh Jurnalisme Terlunta-lunta di Tengah Bisingnya Meja Bisnis

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara —  Pengamat komunikasi dan akademisi dari Universitas Mulawarman, Silviana Purwanti menilai jurnalisme saat ini tengah menghadapi krisis identitas yang mengkhawatirkan. Di tengah gempuran algoritma media sosial dan tekanan ekonomi industri media, roh jurnalisme sebagai pengawal kebenaran dinilai mulai memudar.

“Jurnalis seharusnya menjadi watchdog, penjaga demokrasi yang berpihak kepada publik. Tapi sekarang, jurnalisme bukan lagi dianggap sebagai panggilan, melainkan hanya pekerjaan,” tegas Silviana saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (25/7/2025).

Menurutnya, ketidakseimbangan antara idealisme jurnalistik dan realitas ekonomi telah menyebabkan banyak media lebih fokus pada konten pencitraan dan permintaan sponsor. Akibatnya, keberanian untuk bersikap kritis dan menyampaikan informasi berbasis investigasi semakin langka.

Silviana menyebutkan, peran jurnalis telah digeser oleh kepentingan bisnis pemilik media, yang tidak jarang berasal dari latar belakang non-jurnalistik. “Banyak jurnalis menjadi karyawan yang harus tunduk pada kehendak pemilik media. Ini membuat mereka kehilangan daya kritisnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi media yang kini lebih tertarik pada live, trending, dan kepentingan sponsor ketimbang menyajikan informasi utuh dan jujur. Hal ini, menurutnya, mengakibatkan media kehilangan fungsinya sebagai pilar demokrasi.

“Jurnalisme kehilangan rohnya. Nilai-nilai keberanian, integritas, dan keberpihakan pada publik mulai luntur. Bahkan, media telah kehilangan rumahnya,” tambahnya.

Sebagai akademisi, Silviana mengajak para jurnalis dan pemilik media untuk kembali pada prinsip dasar, berpihak kepada publik, bukan kepada pasar. Ia meyakini, keberanian moral dan integritas profesi tetap menjadi kunci dalam mengembalikan jurnalisme ke jalan yang semestinya.

“Jika jurnalisme tak lagi menjalankan fungsinya sebagai pengawal kebenaran, maka masyarakat pun akan kehilangan akses terhadap informasi yang utuh dan jujur,” pungkasnya.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like