Home DaerahKota SamarindaSamarinda Prediksi Banjir 100 Tahun ke Depan, Kanada Turun Tangan!

Samarinda Prediksi Banjir 100 Tahun ke Depan, Kanada Turun Tangan!

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara — Bayangkan banjir di Samarinda tidak hanya terjadi setiap tahun, tapi hingga 100 tahun ke depan! Pemkot Samarinda kini menatap masa depan dengan serius, bekerja sama dengan FINCAPES (Flood Impacts, Carbon Pricing, and Ecosystem Sustainability) dari Universitas Waterloo, Kanada, untuk memetakan risiko banjir jangka panjang.

Program FINCAPES sendiri punya latar belakang kelas dunia. Ini adalah inisiatif Pemerintah Kanada di forum G20 Bali, dibiayai langsung pemerintah Kanada, dan dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Fakultas Lingkungan Universitas Waterloo. Program berdurasi lima setengah tahun ini, dan untuk Samarinda, proyek ini diproyeksikan berjalan hingga 2028 dengan fokus pada kajian risiko banjir ekstrem.

“Samarinda dipilih sebagai salah satu lokasi utama karena karakteristik banjirnya erat kaitannya dengan perubahan iklim. Kajian kami memasukkan berbagai indikator perubahan iklim untuk memproyeksikan risiko banjir hingga 100 tahun ke depan,” jelas Project Officer FINCAPES, Mawardi Muhammad, dikutip KLIKSAMARINDA dari PPID Kota Samarinda.

Kajian ini tidak main-main: memanfaatkan data banjir 50 tahun terakhir dan memodelkan dampak masa depan. Hasilnya akan jadi dasar perencanaan pembangunan, mulai dari RPJMD, tata ruang, hingga penentuan lokasi permukiman dan fasilitas publik. Kawasan rawan banjir bisa dievaluasi ulang, sementara mitigasi struktural seperti pintu air, perbaikan drainase, dan rekayasa ruang publik juga disiapkan.

“Ketika curah hujan tinggi bersamaan pasang, air mudah meluap. Prediksi ini bukan sekadar peringatan, tapi alarm bagi kota dan warganya,” tambah Mawardi.

Tahap awal kajian berlangsung 10 bulan, termasuk pemetaan risiko. Tahap selanjutnya akan menghitung kerugian ekonomi akibat banjir di kawasan bisnis, perkantoran, dan permukiman, sebagai dasar rekomendasi infrastruktur dan pendekatan alami agar risiko banjir bisa ditekan.

Dengan kolaborasi internasional dan metode ilmiah canggih, Samarinda kini punya peluang untuk mengamankan masa depan warganya dari banjir ekstrem, sekaligus menjadi kota percontohan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.(LS)

Editor : Lisa

You may also like