Samarinda, VivaNusantara – Kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa Samarinda untuk tampil dalam forum diplomasi internasional kembali terbuka. Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan menggelar Samarinda Model United Nations (MUN) pada Desember mendatang, bekerja sama dengan International Global Network (IGN).
Namun di tengah persiapan yang berjalan, gaung program ini dinilai masih belum merata, sebab sebagian mahasiswa mengaku belum mengetahui informasi penyelenggaraannya. Seperti diketahui dalam program bergengsi ini, Pemerintah Kota Samarinda menggandeng International Global Network (IGN) untuk menggelar MUN & Workshop English Diplomacy.
Program diplomasi dan pelatihan bahasa Inggris berskala internasional yang akan melibatkan 300 pelajar dan mahasiswa, dari berbagai jenjang. Kegiatan ini akan berlangsung dalam tiga tahap utama.
Pertama, Samarinda MUN Virtual Conference, 19–20 November 2025, yang menjadi ajang simulasi sidang dan seleksi awal. Tahap kedua adalah Workshop English & Diplomacy Training, 12–13 Desember 2025, menghadirkan narasumber dari IGN dan akademisi asal Malaysia untuk memberikan materi seputar position paper, teknik diplomasi, serta simulasi sidang PBB.
Dari hasil pelatihan ini, dua peserta terbaik akan dipilih untuk mewakili Samarinda dalam International MUN (IMUN) di Malaysia, 16–19 Januari 2026. Untuk mendukung pelaksanaan program, Disdikbud Kota Samarinda telah menyiapkan anggaran Rp265,8 juta, untuk sarana kegiatan, konsumsi, hingga perlengkapan pelatihan.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Samarinda, Idfi Septiani, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi IGN bernomor 063/IGN/X/2025 kepada Wali Kota Samarinda.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi jangka panjang bagi SDM Samarinda,” jelasnya.
Beberapa catatan prestasi sebelumnya juga menjadi bukti bahwa potensi pemuda Samarinda mampu bersaing di panggung dunia. Sebut saja dalam Asia Youth International Model United Nations(AYIMUN) ke-14 di Kuala Lumpur (2–5 Agustus 2024), empat anak muda asal Samarinda Aina An-Nurilla Fauzy (MAN 2 Samarinda), Bebi Nabila (Politeknik Negeri Samarinda), Muhammad Aria Gibraltar Syahid (Universitas Mulawarman), dan Nafisa Yasmin (SMA Negeri 2 Samarinda), berhasil lolos seleksi ketat dari ribuan pendaftar internasional.
Lalu pada Asia World MUN (AWMUN) ke-XII di Bali (17 Oktober 2025), Villa Ahzha Meidyra, turut menjadi delegasi Indonesia mewakili Kota Tepian. Untuk mengikuti Samarinda MUN Chapter 2025, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain berusia 11–25 tahun, berstatus pelajar atau mahasiswa aktif, berdomisili di Samarinda, serta memiliki minat pada diplomasi, debat, dan kemampuan bahasa Inggris.
Namun apakah program yang sudah diikuti delegasi Kaltim sejak 2022 ini, diketahui oleh sebagian besar pelajar dan mahasiswa?
Amel, mahasiswa aktif di Universitas Mulawarman, menjawab hal tersebut, ia menilai bahwa sosialisasi program bergengsi itu masih sangat kurang.
Ia berharap, sosialisasi program-program seperti itu dapat lebih masif kedepannya.
“Program seperti ini keren sekali, tapi saya baru tahu dari media sosial,” bebernya, Rabu (5/11/2025).
Mahasiswa Universitas Mulawarman lainnya, Baizura, mengakui hal serupa, walaupun program studinya Ilmu Komunikasi, ia sama sekali tidak pernah mendengar program tersebut.
“Seharusnya kampus lebih aktif memperkenalkan kegiatan internasional semacam ini, supaya mahasiswa tahu mereka punya peluang besar,” tutupnya.
Penulis: Ellysa
Editor: Lisa