Samarinda, VivaNusantara – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Samarinda terus menunjukkan progres yang positif. Berdasarkan data per 29 Juni 2026 pukul 20.30 WITA, jalur domisili jenjang SMP telah menyerap 6.539 siswa dari total 6.971 kuota yang tersedia. Dengan demikian, masih tersisa 432 kursi atau sekitar 6 persen, dengan tingkat keterisian mencapai 94 persen.
Dari sisi teknis, pelaksanaan SPMB tahun ini juga berlangsung tanpa kendala berarti. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin, mengatakan hingga berakhirnya tahapan pendaftaran jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi tingkat SMP, kondisi server maupun aplikasi berjalan normal tanpa gangguan yang menghambat proses pendaftaran.
“Jika memantau dari CPU usage, semuanya maksimal ternyata hanya sekitar 20 persen. Jadi, sistem ini dapat kami kelola dengan baik dan infrastrukturnya tetap efisien,” ujar Suparmin.

Sumber data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda
Ia menjelaskan, kelancaran tersebut merupakan hasil persiapan yang dilakukan sejak beberapa bulan lalu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda. Sistem SPMB tahun ini dibangun ulang dengan teknologi yang lebih ringkas dan optimal.
Meski kondisi fiskal daerah belum memungkinkan penambahan kapasitas layanan cloud, Diskominfo mengoptimalkan infrastruktur yang telah dimiliki. Sejumlah layanan digital pemerintah juga diatur ulang agar sumber daya komputasi dapat difokuskan untuk mendukung pelaksanaan SPMB.
Selain itu, jadwal penginputan data dibagi ke dalam beberapa klaster berdasarkan jenjang pendidikan dan jalur penerimaan. Langkah ini dinilai efektif mencegah lonjakan akses secara bersamaan.
“Jenjang SD lebih dahulu, kemudian SMP. Masing-masing juga dibagi lagi berdasarkan jalur penerimaan, sehingga beban sistem tetap terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, total daya tampung SMP Negeri mencapai 10.053 kursi, sedangkan jumlah lulusan SD Negeri sebanyak 10.246 siswa. Artinya, apabila seluruh lulusan SD Negeri memilih bersekolah di SMP Negeri, masih terdapat selisih sekitar 193 siswa yang belum dapat tertampung.
Namun, jika memperhitungkan sekolah swasta, total daya tampung SMP Negeri dan Swasta mencapai 14.512 kursi, sementara total lulusan SD Negeri dan Swasta sebanyak 13.079 siswa. Secara keseluruhan masih tersedia sekitar 1.433 kursi, sehingga seluruh lulusan SD pada dasarnya tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Menanggapi pelaksanaan SPMB tahun ini, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda yang juga masuk sebagai Tim Pengawas SPMB Kota Samarinda menilai seluruh tahapan telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Samarinda secara umum telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka, terukur, dan terus dipantau agar proses penerimaan berlangsung adil serta akuntabel,” ujar Suwargiono.
Ia menambahkan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan sistem. Berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan pembenahan agar pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun mendatang semakin transparan, efektif, dan mampu memberikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh calon peserta didik di Kota Samarinda.(*)
Editor : TW