Samarinda, VivaNusantara – Kepanikan sempat melanda penghuni sebuah rumah kos di Jalan Suwandi, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 04.37 Wita. Seorang pria diduga mendatangi lokasi untuk mencari mantan kekasihnya sambil membawa benda yang menyerupai senjata api jenis revolver.
Belakangan diketahui, benda yang sempat membuat warga panik tersebut ternyata hanyalah korek api berbentuk pistol.
Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan aksi pengancaman di rumah kos tersebut.
“Pelaku datang mencari mantan pacarnya di kos. Namun korban sudah pergi sejak malam sebelumnya. Karena tidak bertemu, pelaku kemudian mengancam teman korban yang tinggal satu kos,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, pria tersebut terlihat memegang benda menyerupai revolver dan beberapa kali memutarnya di tangan sambil terus menanyakan keberadaan mantan kekasihnya.
“Menurut saksi, pelaku membawa benda yang menyerupai revolver sambil dimainkan atau diputar-putar ketika mencari mantan pacarnya,” kata Joko.
Polisi menyebut terduga pelaku merupakan warga sipil. Dugaan sementara, aksinya dipicu karena tidak menerima hubungan asmara yang telah berakhir sekitar dua bulan lalu.
“Informasinya mereka putus sekitar dua bulan lalu. Pelaku diduga tidak terima diputuskan dan datang mencari mantan pacarnya. Apakah tujuannya untuk melakukan penganiayaan atau tindakan lainnya masih kami dalami. Yang jelas, karena tidak bertemu, pelaku justru mengancam teman korban,” jelasnya.
Mantan kekasih terduga pelaku, VN (23), mengaku menjalin hubungan dengan RM selama sekitar satu tahun tiga bulan. Ia mengaku sejak awal mengetahui RM telah berstatus menikah dan memiliki tiga anak.
VN mengaku mengakhiri hubungan karena diduga beberapa kali mengalami kekerasan fisik. Setelah berpisah, ia berusaha menghindari mantan kekasihnya.
Korban juga menduga nomor teleponnya sempat dilacak sehingga keberadaan tempat tinggalnya diketahui pelaku. Selain itu, ia menduga informasi lokasi kos diperoleh melalui bantuan seseorang yang dikenalnya. Dugaan tersebut masih sebatas keterangan korban dan belum dikonfirmasi pihak kepolisian.
Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku dan meminta korban beserta para saksi membuat laporan resmi guna mendukung proses penyelidikan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Rahmat Aribowo, memastikan terduga pelaku telah diamankan bersama barang bukti yang sempat membuat warga panik.
“Yang bersangkutan sudah kami amankan. Namun benda yang digunakan bukan senjata api, melainkan korek api yang menyerupai senjata api,” ungkap Rahmat.
Ia menambahkan, setelah pemeriksaan dilakukan, kedua belah pihak memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi dan sepakat berdamai.(*)
Editor: TW