Home DaerahKota SamarindaKaltim Kembali Gelap, Listrik Sering Padam: Sampai Kapan Warga Harus Terus Bersabar?

Kaltim Kembali Gelap, Listrik Sering Padam: Sampai Kapan Warga Harus Terus Bersabar?

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Kalimantan Timur kembali mengalami pemadaman listrik. Senin (29/6/2026), PLN kembali menghentikan pasokan listrik di sejumlah kawasan Kota Samarinda dengan alasan gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan.

Bagi masyarakat, alasan tersebut bukan lagi hal baru. Dalam beberapa waktu terakhir, pemadaman listrik berulang kali terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, pelaku usaha merugi, pelayanan publik ikut terdampak, bahkan distribusi air bersih di sejumlah kawasan ikut terancam.

Melalui pengumuman resmi, PLN ULP Samarinda Kota menyebut penghentian sementara dilakukan mulai pukul 12.00 hingga 15.00 Wita guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan. Puluhan kawasan di Bengkuring, Sempaja, Antasari, Juanda, Kadrie Oening, dan sekitarnya menjadi wilayah terdampak.

Yang menjadi sorotan, pemadaman berulang terjadi di saat Kalimantan Timur tengah dipersiapkan sebagai pusat pertumbuhan nasional dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah masifnya pembangunan, masyarakat justru masih dihadapkan pada persoalan mendasar: listrik yang belum sepenuhnya andal.

Publik kini mempertanyakan, apakah gangguan ini hanya bersifat insidental atau mencerminkan adanya persoalan serius pada sistem kelistrikan Kalimantan. Jika memang pasokan listrik masih rentan terganggu hanya karena satu pembangkit mengalami masalah, maka diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem dan kesiapan cadangan daya.

“Hampir setiap beberapa waktu kami harus menghadapi listrik padam. Alasan yang disampaikan selalu gangguan teknis. Yang kami butuhkan bukan sekadar permintaan maaf, tetapi jaminan bahwa kejadian seperti ini tidak terus berulang,” ungkap Agus warga Perumahan Bengkuring yang mendapat giliran pemadaman.

Menurutnya bukan hanya lampu yang padam. Usaha-usaha tertentu pun ikut berhenti, pekerjaan tertunda, alat elektronik berisiko rusak, bahkan pasokan air juga bisa terganggu. “Kerugian ini siapa yang bertanggung jawab?” lanjutnya, Senin (29/6/2026).

Ia melanjutkan permintaan maaf dari PLN tentu patut dihargai. Namun, masyarakat juga berhak memperoleh jawaban yang lebih jelas, apa penyebab utama gangguan yang terus berulang, kapan persoalan ini benar-benar selesai, dan langkah konkret apa yang dilakukan agar pemadaman tidak kembali menjadi rutinitas.

Keandalan listrik bukan sekadar persoalan pelayanan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat dan fondasi pembangunan daerah. Tanpa pasokan listrik yang stabil, target menjadikan Kalimantan Timur sebagai daerah maju akan sulit diwujudkan.(*)
Editor : TW

You may also like