Home DaerahKota SamarindaTanam 2.500 Pohon Buah, Samarinda Tambah Oksigen dan Perkuat Benteng Iklim Kota

Tanam 2.500 Pohon Buah, Samarinda Tambah Oksigen dan Perkuat Benteng Iklim Kota

by Redaksi
0 comments

VivaNusantara – Di tengah tekanan perubahan iklim dan berkurangnya ruang hijau perkotaan, penanaman 2.500 bibit pohon buah-buahan menjadi langkah konkret memperkuat daya dukung lingkungan Kota Samarinda. Gerakan ini tak hanya menambah tutupan hijau, tetapi juga menjadi sumber oksigen alami bagi kota yang terus tumbuh.

DPRD Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmen tersebut lewat aksi penanaman 2.500 bibit pohon buah di kawasan Mugirejo. Gerakan ini melibatkan kelompok tani dan warga setempat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

Sebanyak tujuh jenis pohon buah ditanam, di antaranya durian, kelengkeng, rambutan, jeruk, dan kelapa hibrida. Selain mampu menyerap karbon dan menurunkan suhu mikro, pohon-pohon ini diharapkan menjadi penyangga ekosistem sekaligus ruang hidup yang lebih sehat bagi warga.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, menegaskan bahwa penanaman pohon buah merupakan bagian dari strategi lingkungan jangka panjang.

“Semakin banyak pohon, semakin baik kualitas oksigen yang kita miliki. Ini adalah upaya menjaga iklim kota agar tetap layak huni, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen perawatan.

Proses menanam bibit buah oleh masyarakat di Mugirejo. Foto : Yamin

“Menanam saja tidak cukup. Pohon-pohon ini harus dirawat dan dijaga kelestariannya agar benar-benar menjadi warisan lingkungan untuk anak cucu kita,” katanya, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memandang kegiatan ini sebagai bentuk investasi ekologis yang dampaknya baru terasa dalam jangka panjang.

“Menambah pohon berarti menambah oksigen, menambah keteduhan, dan mengurangi tekanan lingkungan. Program ini penting, terutama bagi kelompok tani yang terlibat langsung dalam menjaga keberlanjutan alam,” ungkapnya.

Selain berfungsi ekologis, hasil panen buah ke depan juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Buah bisa dikonsumsi sendiri, dan kelebihan produksi dapat dijual, sehingga lingkungan yang lestari berjalan seiring dengan penguatan ekonomi warga.

Penanaman ribuan pohon buah ini menjadi pengingat bahwa solusi krisis iklim tidak selalu datang dari kebijakan besar, tetapi juga dari langkah sederhana, menanam, merawat, dan menjaga pohon agar kota tetap bernapas.

Penulis : Ellysa
Editor : Lisa

You may also like