Home DaerahKota SamarindaTekan Ketergantungan SDA, SDM Unggul Jadi Jalan Keluarnya

Tekan Ketergantungan SDA, SDM Unggul Jadi Jalan Keluarnya

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Ketua Tim Transisi Gubernur Kalimantan Timur, Rusmadi Wongso, mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap sumber daya alam seperti batu bara dan gas tidak bisa menjadi jalan utama pembangunan ekonomi ke depan.

Meski selama ini sektor tersebut memberi kontribusi besar bagi perekonomian daerah, namun tren kontribusinya terus menurun.

“Itu menunjukkan kita stagnan. Ini alarm serius,” terang Rusmadi, di Amphitheater Teras Samarinda, Senin (30/6/2025).

Ia menekankan, tidak ada negara maju yang tidak menaruh perhatian serius pada sektor industri pengolahan. Bahkan negara yang berhasil membangun kemandirian ekonominya, kata dia, selalu dimulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM).

Oleh karena itu, fondasi pembangunan Kalimantan Timur ke depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber alam, melainkan harus bertumpu pada manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Langkah konkret pertama, menurut Rusmadi, melalui program Gratispol Kuliah untuk seluruh mahasiswa baru asal Kalimantan Timur, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Walaupun terdapat pembatasan, seperti domisili minimal 3 tahun di Kaltim dan batas atas bantuan biaya.

Kebijakan ini juga diberlakukan secara adil. Mahasiswa dari keluarga tidak mampu diprioritaskan. Sementara untuk jurusan dengan biaya tinggi seperti kedokteran, tetap diberlakukan batas subsidi agar program tepat sasaran dan anggaran tetap terjaga.

Selain di tingkat perguruan tinggi, pemerintah juga menaikkan Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk jenjang SMA/SMK/SLB. Kini anggaran BOS Kaltim mencapai:
– Rp3,5 juta per siswa untuk SMA
– Rp4 juta per siswa untuk SMK
– Rp5 juta untuk siswa SLB

“Kenaikan ini agar beban biaya tambahan seperti buku, seragam, dan kegiatan sekolah lainnya dihapus,” tuturnya.

Program lainnya yang juga sedang berjalan adalah insentif untuk guru-guru PAUD, TK, dan SD, termasuk di sekolah agama. Meski pendidikan dasar merupakan kewenangan kabupaten/kota, Pemprov tetap hadir memberi tambahan insentif demi menjaga semangat para pendidik di lapangan.

Melihat semua ini, Rusmadi mengakui, tantangan utama dalam menjalankan semua program ini adalah ketersediaan anggaran dan komitmen jangka panjang.

“Program dilakukan bertahap dan difokuskan pada sasaran prioritas seperti mahasiswa baru dan keluarga kurang mampu,” tutupnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like