Samarinda, VivaNusantara – Di tengah lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia dan peningkatan ringan di Indonesia, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum mencatatkan kasus baru hingga pekan ke-23 tahun 2025.
Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah potensi penyebaran virus. Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyatakan belum ada laporan kasus positif di wilayahnya.
“Sampai saat ini belum ada laporan ditemukan nya kasus positif di wilayah kaltim,” ujar dr. Jaya Mualimin saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (5/6/2025).
Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI mencatat 72 kasus COVID-19 sepanjang tahun 2025, dengan 7 kasus baru pada minggu ke-22 (25–31 Mei). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh varian baru yang tidak mematikan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik.
Hal ini disampaikan saat menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/6/2025) dilansir dari IDN Times.
Di kawasan Asia, beberapa negara mengalami lonjakan kasus yang signifikan. India melaporkan peningkatan lima kali lipat dalam kasus aktif, mencapai lebih dari 2.700 kasus pada akhir Mei 2025, yang dikaitkan dengan varian Omicron subvarian NB.1.8.1.
Singapura mencatat lonjakan kasus mingguan dari 11.100 menjadi 14.200, sementara Thailand mengalami peningkatan dari 6.000 menjadi lebih dari 33.000 kasus dalam beberapa hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian NB.1.8.1 sebagai “varian di bawah pemantauan” karena penyebarannya yang cepat, meskipun belum ada bukti peningkatan keparahan penyakit.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap peningkatan kasus COVID-19 dan kesiapan fasilitas layanan kesehatan.
Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker di tempat umum, menjaga jarak, mencuci tangan secara rutin, dan segera berobat jika dirasa demam dan pilek.
Penulis: Intan
Editor: Lisa