Home NasionalKalimantanLapak di Pasar Subuh Mulai Ditertibkan, Pedagang Sebut Tak Diberi Kesempatan Berdialog

Lapak di Pasar Subuh Mulai Ditertibkan, Pedagang Sebut Tak Diberi Kesempatan Berdialog

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Ketegangan terjadi saat Pemerintah Kota Samarinda melaksanakan pengosongan Pasar Subuh di Jalan Yos Sudarso pada Jumat (9/5/2025) pagi. Ratusan petugas dari Satpol PP dengan dukungan aparat TNI dan Polri dikerahkan untuk melaksanakan eksekusi terhadap area pasar yang dianggap tak sesuai dengan ketentuan penataan kota.

Proses eksekusi sempat mendapat penolakan keras dari sejumlah pedagang serta mahasiswa yang hadir di lokasi. Namun, operasi tetap berjalan dengan alasan bahwa batas waktu relokasi yang ditentukan telah berakhir sejak 4 Mei 2025. Saat aparat mulai masuk ke dalam area pasar, terjadi aksi dorong antara petugas dan warga.

Sedikitnya 57 lapak dari material kayu yang berjejer di sepanjang jalan dibongkar. Termasuk gerbang utama yang menjadi penanda Pasar Subuh, juga ikut diruntuhkan oleh petugas.

“Sejak awal kami tidak pernah menolak aturan. Tapi mestinya pemerintah bisa memberi ruang dialog yang lebih adil sebelum mengambil langkah sepihak seperti ini,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Subuh, Abdus Salam.

Dirinya mengakui sampai hari ini pihaknya belum pernah diajak bicara serius. Melainkan selama ini hanya surat pemberitahuan tanpa ada solusi nyata.

Walau tempat mereka berdagang sudah digusur, para pedagang berencana melanjutkan perjuangan. Mereka telah menghubungi DPRD dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta berencana menggelar pertemuan dengan pihak Pemkot. Bagi Salam dan pedagang lainnya, relokasi bukan solusi.

“Kami tidak menolak pindah, asal jelas ke mana dan bagaimana jaminan penghidupan kami. Kalau tidak ada kepastian, kami terpaksa tetap di sini,” tutupnya.

Langkah Pemkot Samarinda ini pun menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian mendukung sebagai upaya penegakan regulasi, sementara yang lain menganggap kebijakan tersebut mengabaikan keberlangsungan hidup kelompok masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada sektor informal.

Asisten II Sekretaris Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk mengakomodir kebutuhan pedagang. Sehingga sejumlah lapak di Pasar Beluluq Lingau disiapkan untuk merelokasi para pedagang.

“Dan pemilik lahannya itu sudah pernah meminta kami untuk mengosongkan lahan itu,” terangnya.

Seperti diketahui lahan di Pasar Subuh merupakan milik seseorang yang disewa oleh pedagang. Namun kini pemiliknya sendiri yang meminta agar segera ditertibkan.

“Kalau dulu pemkot tidak punya tempat, kalau sekarang kan sudah kami siapkan. Ini sudah ada beberapa pedagang yang cabut nomor. Jadi silahkan yang mau bergabung kamu sudah siapkan tempatnya,” pungkas Marnabas.

Editor: Lisa

You may also like