Home DaerahKota SamarindaBaru Masuk Sekolah, Sudah Kena Tes Psikologi Berbayar

Baru Masuk Sekolah, Sudah Kena Tes Psikologi Berbayar

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Memasuki awal tahun ajaran baru, keresahan dari orang tua siswa kembali mencuat dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 8 Samarinda. Salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan sejumlah biaya tambahan yang disodorkan melalui koperasi sekolah, yang totalnya mencapai Rp1,3 juta.

Biaya tersebut mencakup seragam lengkap, atribut sekolah serta tes psikologi. Menurutnya, tes psikologi semestinya tidak menjadi beban wajib bagi orang tua, terlebih dalam situasi ekonomi yang belum stabil bagi sebagian keluarga.

“Saya baru tahu ternyata ada tes psikologi Rp150 ribu. Sebenarnya itu bukan hal mendesak dan tidak perlu jadi kewajiban,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 8, Satuna, menegaskan bahwa pihak sekolah belum melakukan penjualan seragam maupun menarik pungutan karena Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih berlangsung. Ia menyatakan urusan pembelian seragam dan perlengkapan lainnya berada di bawah kewenangan koperasi, bukan sekolah.

“Kami belum jual seragam. Dan untuk koperasi, kami tidak menangani langsung. Itu ranah mereka. Sekolah fokus pada pembelajaran,” kata Satuna, di SMPN 8 Samarinda Seberang, Rabu (16/7/2025).

Terkait tes psikologi, Satuna menjelaskan bahwa pelaksanaannya dilakukan oleh lembaga profesional, dan hasilnya digunakan untuk membantu guru memahami karakter serta kebutuhan belajar siswa.

“Tesnya berlangsung cukup lama, dari pagi hingga jelang siang. Tujuannya agar kami tahu potensi dan gaya belajar anak, seperti kecenderungan akademik dan IQ-nya. Ini membantu guru dalam membina siswa secara personal,” tambahnya.

Di sisi lain, soal kondisi infrastruktur sekolah yang juga menjadi perhatian. Satuna mengakui bahwa jumlah toilet di SMPN 8 jauh dari ideal. Dari total 1.083 siswa, sekolah hanya memiliki 12 toilet aktif, yang tidak sesuai dengan standar rasio ideal satu toilet untuk setiap 25 siswa.

“Kondisi toilet memang tidak layak. Kami sudah mengajukan perbaikan dan berharap ada intervensi segera, karena ini menyangkut kesehatan siswa,” tutupnya.

Penulis: Ellysa
Editor: Lisa

You may also like