Samarinda, VivaNusantara – Proyek pembangunan Taman Balai Kota Samarinda telah rampung secara fisik. Namun hingga kini fasilitas yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp34,6 miliar tersebut belum dapat dibuka untuk umum setelah terjadi pencurian kabel di area taman.
Taman yang dibangun dengan mengubah sebagian area parkir Balai Kota menjadi ruang terbuka hijau (RTH) itu dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari penataan lanskap, ruang pertemuan, jembatan penghubung hingga jalur ramah difabel (ramp). Secara konstruksi, seluruh pekerjaan pembangunan disebut telah selesai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Taman Balai Kota, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa sistem penerangan taman sebenarnya sudah berfungsi dengan baik. Lampu-lampu taman telah terpasang dan dapat menyala pada malam hari.
Namun insiden pencurian kabel yang terjadi di area taman menjadi kendala serius bagi pengelola. Karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan, pembukaan taman untuk masyarakat sementara waktu ditunda.
“Karena masih tahap pemeliharaan, untuk sementara belum dibuka bebas untuk umum. Keamanan akan kami perketat lagi,” ujarnya.
Proyek pembangunan taman tersebut dikerjakan dalam dua tahap penganggaran. Pada tahun 2024, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp9,6 miliar untuk pembangunan struktur dan fondasi. Kemudian pada 2025, anggaran sebesar Rp24 miliar digunakan untuk penataan lanskap, pembangunan area parkir, ramp, jembatan hingga ruang pertemuan.
Untuk menunjang fasilitas pengunjung, kawasan taman juga dilengkapi area parkir yang mampu menampung sekitar 89 kendaraan roda empat dan 115 kendaraan roda dua.
Meski seluruh infrastruktur telah selesai dibangun, keputusan terkait pembukaan taman untuk umum sepenuhnya berada di tangan Sekretariat Daerah sebagai pengelola aset.
“Nanti mereka yang mengatur jadwal penggunaannya. Kami dari PUPR hanya membangun dan menyerahkan fisiknya,” tutup Hendra.(VN)
Editor : TW