Home DaerahKota SamarindaBukan Sekadar Pajangan, BPK Ajak Anak Muda Jaga Warisan Leluhur

Bukan Sekadar Pajangan, BPK Ajak Anak Muda Jaga Warisan Leluhur

by Redaksi
0 comments

Samarinda, VivaNusantara – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, terus memperkuat perlindungan warisan budaya di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Melalui partisipasinya dalam pameran di Pekan Kebudayaan Daerah Kaltim 2025, BPK menyuarakan pentingnya pelestarian budaya, khususnya warisan budaya takbenda.

“Tujuan kami ikut pameran ini adalah untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa warisan budaya kita banyak sekali. Negara sudah hadir dengan mencatat dan melindungi melalui registrasi nasional. Sekarang giliran anak muda, bagaimana mengembangkan dan memanfaatkannya,” terang Kepala BPK Wilayah XIV, Lestari, saat ditemui di lokasi pameran, Sabtu (21/6/2024).

Lestari menyebutkan, pameran kali ini menampilkan beragam koleksi, baik yang berasal dari hasil pelindungan maupun benda sitaan yang berkaitan dengan upaya pelestarian budaya.

Di antaranya adalah Mandau dan Sape dua unsur budaya Kalimantan Timur yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Selain itu ada juga tengkorak manusia yang disita dari upaya penyelundupan ke luar negeri. Temuan tersebut berasal dari Bandara Ngurah Rai dan sempat akan dikirim ke Australia sebelum akhirnya dikembalikan karena tidak dapat masuk secara legal ke negara tujuan.

“Tengkorak ini hasil sitaan dari pihak Bea Cukai tahun 2018. Saat dicek, benda ini diklaim berasal dari Kalimantan Timur, terlihat dari identifikasi tengkorak dan aksesoris yang menyertainya,” ungkap Lestari.

Lestari mengatakan pelestarian bukan sekedar simbolik. Melalui pameran ini, masyarakat bisa langsung melihat bukti nyata bagaimana negara hadir untuk menyelamatkan warisan budaya, baik dari sisi sejarah maupun dari ancaman perdagangan gelap.

BPK juga menegaskan, pelestarian tidak berhenti pada proses pencatatan semata. Yang lebih penting adalah bagaimana warisan budaya tersebut dimanfaatkan, dikembangkan, dan diwariskan kembali, agar tak hilang ditelan waktu.

Melalui edukasi masyarakat seperti ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa budaya adalah identitas dan kebanggaan bersama yang harus dijaga.

Penulis: Intan
Editor: Lisa

You may also like